Senin 14 Mar 2022 06:01 WIB

Mufti Yerusalem Minta Warga Gagalkan Serangan Massal Israel ke Al-Aqsa

Pemukim Israel berencana untuk menyanyi, menari dan mengadakan perayaan di dalam komp

Rep: Alkhaledi kurnial/ Red: Muhammad Subarkah
Sekelompok orang Yahudi yang religius mengunjungi Temple Mount, yang dikenal oleh umat Islam sebagai Tempat Suci, di kompleks Masjid Al-Aqsa di Kota Tua Yerusalem, Kamis, 27 Januari 2022.
Foto: AP/Mahmoud Illean
Sekelompok orang Yahudi yang religius mengunjungi Temple Mount, yang dikenal oleh umat Islam sebagai Tempat Suci, di kompleks Masjid Al-Aqsa di Kota Tua Yerusalem, Kamis, 27 Januari 2022.

IHRAM.CO.ID, RAMALLAH -- Mufti Agung Yerusalem, Syekh Mohammad Hussein mendesak semua warga Palestina dan Muslim yang dapat mencapai kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem untuk hadir di sana selama mungkin. Tindakan ini untuk menggagalkan upaya organisasi Zionis sayap kanan merencanakan serangan massal ke situs suci tersebut saat perayaan Purim mendatang.

Mufti Agung memperingatkan dalam sebuah pernyataan bahwa kelompok pemukim Israel berencana untuk menyanyi, menari dan mengadakan perayaan di dalam kompleks Al-Aqsa selama Purim. Mereka akan melakukan itu, dengan tidak menghormati kesucian situs suci yang sebenarnya praktik ini benar-benar dilarang.

 “Menghina kesucian Masjid Al-Aqsa adalah kejahatan keji, dan merupakan bagian dari upaya (Israel) untuk memaksakan fait accompli baru di sana. Semua agama surgawi menghormati kesucian tempat-tempat suci yang diperuntukkan bagi ibadah,” kata Mufti Besar dilansir dari Wafa News, Ahad (13/3/2022).

“Hukum dan kebiasaan internasional juga menyerukan penghormatan terhadap kesucian dan tempat suci orang lain.  Namun, otoritas pendudukan Israel menyangkal semua itu, menimbulkan bahaya nyata bagi kehadiran Arab dan Islam di Palestina, yang memerlukan tanggapan Arab-Islam segera,"tambahnya. 

 

Mufti Agung mengimbau badan dan organisasi regional dan internasional yang relevan untuk campur tangan menghentikan pelanggaran Israel ini yang berisiko mendorong seluruh wilayah “ke dalam perang agama yang tidak akan mengampuni siapa pun."

Purim merupakan hari raya atau pesta Yahudi untuk memperingati pembebasan kaum Yahudi dari Haman dan sekutunya yang hendak membunuh mereka di kekaisaran Persia. Alkhaledi kurnial

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement