Sabtu 19 Mar 2022 07:13 WIB

Sebelum Islam datang di Saudi Arabia sedikit sekali orang yang bisa membaca dan menulis.

Gelar al-Kamil Bagi Bangsa Arab yang Bisa Membaca Menulis

Rep: Ali Yusuf/ Red: Muhammad Subarkah
Kota kuno Ahsam, di selatan Makkah.
Foto: arabnews.com
Kota kuno Ahsam, di selatan Makkah.

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Sebelum Islam datang di Saudi Arabia sedikit sekali orang yang bisa membaca dan menulis. Yakhsyallah Mansur mengatakan dari suku Aus dan Khazraj ketika Islam datang ke Yatsrib, sudah ada 11 orang yang mampu membaca dan menulis. 

Karena langkanya orang yang bisa membaca dan menulis, mereka memberikan gelar al-Kamil (yang sempurna) kepada orang yang pandai membaca, menulis, memanah, dan berenang.

"Di antara yang bergelar al-Kamil ini adalah Sa'ad bin Ubadah dan Usaid bin Hudhair," tulis Yakhsyallah Mansur dalam bukunya Ash-Shuffah.

Ketika menjelaskan ayat al-Jumu'ah ayat 2, Ahmad Musthafa al-Maraghi mengatakan, bahwa umat yang buta huruf yang tidak dapat membaca dan menulis adalah bangsa Arab. Untuk memperkuat pendapat ini, Yakhsyallah Mansur mengutip pendapat Prof Hamka lewat tafsirnya Al-Azhar.

Prof Hamka menjelaskan, “Mereka adalah ummi, bukan kaum terpelajar dan bukan kaum yang mempunyai sejarah peradaban yang tinggi sebagaimana yang dibanggakan oleh orang Yunani dan Romawi, orang Persi (Iran) dan India. Bangsa Arab adalah bangsa buta huruf betul-betul menurut arti yang sebenarnya.

Dalam 100 orang belum tentu seorang yang pandai menulis atau membaca hanya satu kelebihan mereka, yaitu karena menulis dan membaca tidak pandai, ingatan mereka kuat. Orang-orang Yahudi yang banyak berdiam di Yatsrib yang kemudian bernama Madinah menyebut juga bahwa orang-orang Arab itu memang ummi yang kadang-kadang diluaskan juga artinya yaitu orang-orang yang tidak terpelajar.

"Dan orang-orang itu tidak merasa hina karena sebutan tersebut," katanya.

Dibandingkan dengan orang Arab, pengetahuan orang Yahudi tentang baca-tulis relatif lebih baik. Di antara mereka terutama para pendetanya banyak yang mampu membaca dan menulis. Sebagaimana disebutkan dalam Alquran al-Baqarah ayat 79

yang artinya.

"Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang yang menulis al-Kitab dengan tangan mereka lalu dikatakannya ini dari Allah...,"

Menurut Ibnu Abbas, yang dimaksud dengan "orang yang menulis al-Kitab dengan tangan mereka" adalah para pendeta Yahudi. Sedang mayoritas orang Yahudi kondisinya sama dengan orang Arab. Mereka tenggelam dalam kebodohan, tidak bisa membaca dan tidak bisa menulis.

Sebagaimana firman Allah al-Baqarah ayat 78 yang artinya, "Dan di antara mereka ada yang buta huruf, tidak mengetahui al-Kitab (Taurat) kecuali dongengan bohong dan mereka hanya menduga-duga,"

Yang dimaksudkan dengan "mereka ada yang buta huruf" adalah mayoritas orang-orang Yahudi selain pendeta mereka. Para pendeta yang bisa membaca dan menulis ada yang mendirikan tempat-tempat belajar untuk mengajar anak-anak di Yatsrib belajar membaca dan menulis.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement