Senin 21 Mar 2022 13:35 WIB

Abdulmecid II, Sultan Terakhir Utsmaniyah (I)

Abdulmecid, tokoh terakhir dinasti Utsmaniyah, menjadi sekadar catatan kaki.

Rep: Fuji Eka Permana/ Red: Agung Sasongko
Sultan Abdul Majid II ketika diarak dengan kereta.
Foto: Flickr.com
Sultan Abdul Majid II ketika diarak dengan kereta.

IHRAM.CO.ID, ISTANBUL -- Dalam tulisan Yusuf Selman Inanc yang dipublikasikan laman Middle East Eye pada 18 Maret 2022, dijelaskan, ketika parlemen Republik Turki menghapus sisa-sisa terakhir kekuasaan Utsmaniyah pada tahun 1924, melucuti Abdulmecid dari gelarnya, mereka menutup sebuah institusi yang didirikan oleh sahabat Nabi Muhammad SAW, Abu Bakar.

Tapi sejarah akan menjadi kejam, membuat Abdulmecid, tokoh terakhir dinasti Utsmaniyah, menjadi sekadar catatan kaki.

Baca Juga

Melihat ke Bosphorus, Museum Sakip Sabanci di Istanbul mengadakan pameran yang bertujuan untuk menyoroti kehidupan dan karya-karya shahzade (pangeran) Ottoman.

Berlangsung hingga 1 Mei 2022 dan bertajuk The Prince's Extraordinary World: Abdulmecid Efendi, pameran ini menampilkan 60 lukisan karya sang pangeran dan 300 dokumen sejarah yang berkaitan dengan kehidupannya. Koleksi tersebut dipamerkan kepada publik untuk pertama kalinya sejak kematian sang pangeran di Paris pada tahun 1944.

 

Sama pentingnya dengan nilai artistik dari setiap karya, adalah apa yang mereka tunjukkan tentang sintesis budaya Eropa dan Islam yang berhasil diciptakan oleh Ottoman pada akhir abad ke-19.

Dalam banyak hal, Abdulmecid adalah personifikasi dari tren itu; biasanya berpakaian seperti monsieur Prancis, dengan fez yang ditempatkan secara agung menandakan akar Ottoman-nya, dia adalah seorang pria yang nyaman di tengah-tengah aristokrasi Eropa saat dia menjadi pewaris kekhalifahan Islam terakhir.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement