Istimewanya Umroh di Bulan Ramadhan

Kamis , 21 Apr 2022, 03:15 WIB Reporter :Ratna Ajeng Tejomukti/ Redaktur : Agung Sasongko
Ilustrasi Jamaah haji dan umroh pakai masker di masa pandemi covid-19
Ilustrasi Jamaah haji dan umroh pakai masker di masa pandemi covid-19

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Ketika Ramadhan, Makkah penuh dengan jamaah dibandingkan di bulan-bulan lainnya. Ini karena umroh di bulan Ramadhan sangat disukai.  Ibadah umroh mencapai puncaknya di bulan Ramadhan. Karena Covid-19 masih belum sepenuhnya berakhir, jumlahnya mungkin tidak sebesar di waktu normal.

 

Terkait

Abu Hurairah Radhiallahu Anhu mengutip Nabi (saw) mengatakan, Jika seseorang melakukan umrah dua kali, mereka menghapus dosa apa pun yang dilakukan di antara mereka. Ziarah yang dilakukan dengan baik tidak memiliki pahala selain masuk ke surga.” (HR. Al Bukhari). 

Baca Juga

 

Umroh adalah ibadah yang jauh lebih sederhana dan dapat dilakukan setiap saat sepanjang tahun kecuali selama hari-hari haji. Rukun utama dari ibadah ini adalah tujuh kali keliling (tawaf) di sekitar Kakbah, dan Sa'i, lari kecil dari Safwah dan Marwa. Mengenakan Ihram (kain yang tidak dijahit) adalah suatu keharusan untuk melakukan umroh.

 

Ibnu Abbas meriwayatkan bahwa Nabi (SAW) berkata, “Umrah yang dilakukan di bulan Ramadhan akan sama (dengan pahala) dengan haji atau haji yang dilakukan dengan saya.” (Bukhori, Muslim). 

 

Namun umrah tidak dapat menggantikan perjalanan wajib haji. Tidak heran jika umat Islam terus berdatangan untuk umrah sejak awal Ramadhan, tetapi mayoritas lebih memilih untuk melakukannya selama sepuluh hari terakhir bulan yang diberkahi ini. 

 

Melakukan umrah menegaskan kembali iman jamaah kepada Allah SWT. Nabi Muhammad (SAW) menyatakan, jamaah haji dan umrah adalah utusan Allah SWT. Jika mereka memanggil-Nya, Dia menjawab mereka dan jika mereka mencari pengampunan-Nya, Dia mengampuni mereka.” (Ibnu Maajah).

 

Salah satu manfaat utama dari umrah adalah berkah menjadi tamu dari Allah sendiri. Imbalan besar jamaah umrah, karena mengharuskan mereka untuk meninggalkan rumah mereka dan kenyamanan hidup di belakang dan mengabdikan seluruh waktu mereka untuk beribadah kepada Allah. Setiap umrah bisa mendapat pengampunan dosa yang mungkin telah terjadi sejak umrah sebelumnya.

 

Dilakukan dengan niat yang tulus, umrah dapat menjadi cara untuk mensucikan pikiran dan jiwa yang ternoda oleh dosa dan ternoda oleh hal-hal negatif.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini