Senin 25 Apr 2022 11:45 WIB

Sejak Awal Ramadhan, Lebih dari Empat Juta Jamaah Tunaikan Umroh

Ramadhan momen paling ramai bagi umat Muslim melaksanakan umroh.

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Ani Nursalikah
 Otoritas Saudi mencopot stiker di tanah yang menunjukkan posisi jarak sosial, di Masjidil Haram Makkah , Arab Saudi, pada 6 Maret 2022. Jarak sosial ditetapkan pada 2020 dan bagian dari tindakan COVID-19. Sejak Awal Ramadhan, Lebih dari Empat Juta Jamaah Tunaikan Umroh
Foto: Balkis Press/ABACAPRESS.COM
Otoritas Saudi mencopot stiker di tanah yang menunjukkan posisi jarak sosial, di Masjidil Haram Makkah , Arab Saudi, pada 6 Maret 2022. Jarak sosial ditetapkan pada 2020 dan bagian dari tindakan COVID-19. Sejak Awal Ramadhan, Lebih dari Empat Juta Jamaah Tunaikan Umroh

IHRAM.CO.ID, MAKKAH -- Lebih dari empat juta Muslim telah melakukan umroh atau haji kecil dalam 20 hari pertama Ramadhan. Ramadhan disebut-sebut sebagai momen paling ramai bagi umat Muslim melaksanakan umroh.

“Sejak awal Ramadhan hingga hari ke-20, sebanyak 4,2 juta peziarah diizinkan melakukan umroh di Masjidil Haram sejalan dengan tindakan pencegahan kesehatan,” kata Wakil kepala di Kepresidenan Jenderal Urusan Dua Masjid Suci untuk Manajemen Jamaah Osama bin Mansour, dikutip di Daily Trust, Senin (25/4/2022).

Baca Juga

Bin Mansour mengatakan lembaga yang kompeten telah mengoptimalkan kapasitas operasional mereka dalam melayani jamaah umroh selama Ramadhan. Termasuk di dalamnya menyiapkan halaman untuk tawaf di dekat Ka'bah.

Ia menggarisbawahi integrasi layanan secara proporsional yang disediakan di Masjidil Haram sesuai dengan kebutuhan peziarah dan jamaah. Setiap pihak disebut berupaya memberikan layanan terbaik dan mengembangkan jalur untuk orang tua dan penyandang cacat, serta menyerukan peziarah mematuhi waktu yang ditentukan melalui Eatmarna dan aplikasi Tawakalna.

“Jamaah umroh harus mematuhi waktu yang telah dikeluarkan dalam izin mereka,” ucapnya.

Otoritas Arab Saudi baru-baru ini melonggarkan langkah-langkah untuk melakukan umroh. Hal ini sejalan dengan keputusan Kerajaan yang sebagian besar telah melonggarkan pembatasan terhadap Covid-19.

Kementerian Haji dan Umroh Saudi telah mencabut beberapa tindakan pencegahan, termasuk perlunya izin untuk sholat di Masjidil Haram dan mengunjungi Masjid Nabi Muhammad SAW di Madinah. Kementerian juga mengatakan pemeriksaan vaksinasi untuk memasuki kedua tempat suci telah dibatalkan untuk semua jemaah.

Apalagi, Kementerian telah membatalkan pendaftaran wajib data imunisasi bagi Muslim luar negeri untuk mendapatkan izin umroh. Bukti wajib hasil tes PCR negatif untuk mendapatkan akses ke kedua tempat suci itu juga telah dicabut.

https://dailytimes.com.pk/924116/over-4-million-pilgrims-perform-umrah-since-start-of-ramazan/

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement