Layanan Fast Track Haji Kembali Dilakukan, Kemenag Upayakan Tambah Lokasi

Kamis , 12 May 2022, 19:17 WIB Reporter :Zahrotul Oktaviani/ Redaktur : Muhammad Hafil
 Layanan Fast Track Haji 2022 Kembali Dilakukan, Kemenag Upayakan Tambah Lokasi. Foto: Kedatangan jamaah calon haji Indonesia Kloter JKG 1 yang mendarat pada pukul 13:30, di Gate Road makkah Bandara Prince Mohammad Abdulaziz International Airport, Madinah, Ahad (7/7). Ini merupakan kedatangan pertama dengan menggunakan layanan fasttrack, yang hanya membutuhkan waktu 15 menit dari turun pesawat sampai jamaah menaiki bus.
Layanan Fast Track Haji 2022 Kembali Dilakukan, Kemenag Upayakan Tambah Lokasi. Foto: Kedatangan jamaah calon haji Indonesia Kloter JKG 1 yang mendarat pada pukul 13:30, di Gate Road makkah Bandara Prince Mohammad Abdulaziz International Airport, Madinah, Ahad (7/7). Ini merupakan kedatangan pertama dengan menggunakan layanan fasttrack, yang hanya membutuhkan waktu 15 menit dari turun pesawat sampai jamaah menaiki bus.

IHRAM.CO.ID,JAKARTA -- Kementerian Agama (Kemenag) mengumumkan untuk pelaksanaan ibadah haji tahun ini, jamaah asal Indonesia kembali mendapatkan layanan fast track dari Arab Saudi. Pemerintah pun berharap titik layanan ini bisa ditambah, selain di Bandara Soekarno Hatta.

 

Terkait

 Direktur Layanan Haji Dalam Negeri Saiful Mujab menyebut Kemenag telah menerima surat dari Kerajaan Arab Saudi terkait layanan fast track. Melanjutkan yang sudah dilakukan sebelumnya, fasilitas ini bisa dimanfaatkan oleh jamaah di Bandara Soekarno Hatta.

Baca Juga

"Untuk tahun ini Kemenag mengusahakan agar layanan yang sama juga bisa diberlakukan di embarkasi Solo, Bandara Adi Sumarmo. Semoga nanti Arab setuju," ujar dia saat dihubungi Republika, Kamis (12/5/2022).

Ia juga menyampaikan Arab Saudi akan mengirimkan delegasinya ke Indonesia untuk melakukan pengecekan persiapan pelaksanaan haji 2022 ini. Pihaknya telah menyiapkan diri, jika nantinya permintaan penambahan titik layanan fast track ini dikabulkan.

Layanan jalur cepat atau fast track ini mulai dinikmati jamaah asal Indonesia pada musim haji 2018. Selama dua tahun berturut-turut fasilitas ini memang baru bisa dinikmati oleh jamaah dari embarkasi Jakarta.

Mujab menyebut jamaah yang berangkat dari embarkasi Jakarta ini terdiri dari Bekasi, Jakarta, Banten dan Lampung. Untuk tahun ini, keberangkatan dari embarkasi haji tersebut sejumlah 29.126 orang.

"Iya ini mengikuti yang sebelumnya. Solo kan waktu itu belum," lanjutnya.

Kemenag pun telah mengirimkan surat balasan dari Kerajaan Saudi untuk pengecekan persiapan haji. Pihaknya menyatakan diri siap mempertahankan fasilitas yang sudah diterima sebelumnya, bahkan jika memungkinkan menambahnya.

Kemudahan layanan imigrasi yang diberikan dari fasilitas ini disampaikan akan membantu mengurai kepadatan di Bandara Jeddah. Pihak dari Kerajaan Arab Saudi akan membawa timnya untuk melakukan pengecekan dokumen di Tanah Air.

Karena itu, ia menyebut fast track tidak berlaku untuk kepulangan jamaah ke Indonesia. Waktu persiapan yang sempit disebut menjadi salah satu alasan mengapa layanan jalur cepat tersebut diberlakukan untuk kepulangan jamaah dari Tanah Suci.

"Tahun ini tidak memungkinkan fast track kepulangan, karena kita harus minta izin dulu ke Saudi. Layanan ini kan untuk menghindari penumpukan di Jeddah," ujar dia.  

 

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini