Waspada Kasus Jamaah Haji Meninggalkan Sholat Tanpa Merasa Bersalah

Rabu , 18 May 2022, 07:48 WIB Reporter :Ali Yusuf/ Redaktur : Muhammad Hafil
Waspada Kasus Jamaah Haji Meninggalkan Sholat Tanpa Merasa Bersalah. Foto:  Hari kedua peserta bimbingan teknis (Bimtek) petugas penyelenggara ibadah haji Arab Saudi tahun 1443H/2022M mendapat siraman rohani dari Direktur Pascasarjana Pro Dr. Akhyal IAIN Tulungagung, Jawa Timur. Mengawali tausiyahnya Prof Akhyak mengajak jamaah bersyukur karena telah diberikan kemampaun oleh Allah SWT untuk salat berjamaah di Masjid Al-Mabrur, Asrama Haji Pondok Gede, Rabu (18/5/2022).
Waspada Kasus Jamaah Haji Meninggalkan Sholat Tanpa Merasa Bersalah. Foto: Hari kedua peserta bimbingan teknis (Bimtek) petugas penyelenggara ibadah haji Arab Saudi tahun 1443H/2022M mendapat siraman rohani dari Direktur Pascasarjana Pro Dr. Akhyal IAIN Tulungagung, Jawa Timur. Mengawali tausiyahnya Prof Akhyak mengajak jamaah bersyukur karena telah diberikan kemampaun oleh Allah SWT untuk salat berjamaah di Masjid Al-Mabrur, Asrama Haji Pondok Gede, Rabu (18/5/2022).

IHRAM.CO.ID,JAKARTA--Masih banyak jamaah haji belum bisa melaksanakan ibadah sholat dengan baik, menjadi problem tersendiri dalam penyelenggaraan haji. Hal itu disampaikan Direktur Pascasarjana Prof Dr Akhyak saat menyampaikan tausiyahnya subuhnya pada peserta bimbingan teknis (Bimtel) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, di Masjid Al-Mambrur Asrama Haji Pondok Gede, Rabu (18/5/2022).

 

Terkait

"Problemnya jamaah haji kita itu banyak yang punya uang. Namun ilmu ibadah syariahnya itu masih banyak yang kurang. Jadi banyak jamaah haji yang belum bisa sholat, ini menyedihkan," katanya.

Baca Juga

Prof Akhyak menuturkan, begitu minimnya pengetahuan sholat jamaah secara praktik maupun ilmu, sehingga banyak jamaah tinggal sholat lima waktu tanpa beban. Padahal menjaga sholat lima waktu wajib bagai umat Islam sebagai rukun Islam nomor 2.

"Saya tanya bahkan sholat lima waktunya itu kadang sholat kadang tidak, inikan repot. Tapi dia bisa haji karena dia punya uang," katanya.

Menurutnya, hal ini menjadi problem tersendiri dan tantangan bagi para petugas haji Indonesia, bagaimana bisa memberikan bimbingan tentang ilmu syariat kepada para jamaah haji. Sesuai amanah undang-undang pemerintah melalui petugas penyelenggara ibadah haji memberi pelayanan bimbingan dan perlindungan kepada jamaah. 

"Ini problem tersendiri tantangan bagi kita semua," katanya.

Pada kesempatan subuh ini, dia juga mendoakan agar Allah Subhanahu Wa Ta'ala menerima semua amal ibadah kita yang dikerjakan pada hari ini. Terutama ibadah sholat subuh berjamaah di masjid. 

"Semoga sholat kita diterima oleh Allah subhanahu wa ta'ala. Allahumma taqobbal sholatana," 

Dia juga mendoakan, semoga kita ditakdirkan menjadi muslim yang selalu taat kepada Allah. Salah satunya dapat menjaga shalat lima waktu kapan pun dan di mana pun.

"Berbahagialah bagi orang yang malam ini melakukan sholat tahaju, berbahagialah bagi teman-teman yang malam ini bisa melakukan sholat sunah-sunah di mana saja. Apakah di masjid maupun di maktab, atau di ruangnya masing-masing," katanya. 

Karena hal itu kata dia sesungguhnya yang harus dijaga oleh umat Islam, khususnya petugas ibadah haji. Kerena, sebagai petugas harus juga memberikan bimbangan agar jamaah dapat mengerjakan ibadah dengan baik. 

"Jadi itu modal utama menjadi petugas, menurut saya sholat menjadi modal utama kita. Dan kita akan menemukan jamaah haji yang belum tentu dapat melaksanakan ibadah sholat dengan baik," katanya.

 

 

 

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini