Kemenag dan BPOM Siapkan MoU Konsumsi Jamaah Haji

Rabu , 18 May 2022, 13:14 WIB Reporter :Zahrotul Oktaviani/ Redaktur : Ani Nursalikah
Ilustrasi konsumsi jamaah haji Indonesia. Kemenag dan BPOM Siapkan MoU Konsumsi Jamaah Haji
Ilustrasi konsumsi jamaah haji Indonesia. Kemenag dan BPOM Siapkan MoU Konsumsi Jamaah Haji

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Agama (Kemenag) berupaya memberikan pelayanan dan kenyamanan bagi jamaah haji Indonesia. Teranyar, Kemenag memiliki keinginan memastikan keamanan dan kesehatan pangan atau konsumsi jamaah selama di tanah suci.

 

Terkait

Langkah tersebut direalisasikan dengan menyiapkan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menyebut kesehatan makanan jamaah selama di tanah suci perlu diperhatikan.

Baca Juga

Ia menyebut, asupan gizi yang baik dapat menunjang kesehatan jamaah sehingga mereka bisa beribadah dengan khusyuk. "Kami tetap menyarankan makanan yang dikonsumsi jamaah selama di Tanah Suci adalah makanan yang bercita rasa nusantara agar dapat meyesuaikan selera dan kondisi pencernaan jamaah yang terbiasa dengan makanan khas nusantara," ujar Yaqut dalam keterangan yang didapat Republika, Rabu (18/5/2022).

Terkait makanan khas nusantara ini, ia juga disebut sudah mengimbau katering di Tanah Suci agar menggunakan bahan dan bumbu dari tanah air. Hal tersebut dilakukan agar cita rasa masakan tidak banyak berubah.

Yaqut juga menyampaikan makanan menjadi hal yang cukup krusial dan penting untuk diperhatikan. Sebab, dari makanan yang bergizi jamaah menjadi sehat dan khusyuk dalam beribadah.

"Terkadang makanan yang dikonsumsi jamaah sudah cukup kandungan gizinya, namun distribusi makanan mungkin saja tidak tepat waktu sehingga makanan yang harusnya sehat menjadi kurang sehat dan ini perlu diperhatikan. Sehingga, kami sangat bersyukur tim dari BPOM mengingatkan kami akan hal ini," lanjutnya.

Kepala Badan POM Penny Kusumastuty Lukito mengatakan timnya siap membantu proses pengecekan pangan jamaah agar sesuai dengan aturan kesehatan yang baik. "Kami memiliki pengawas makanan sehingga dapat memaksimalkan pengawasan terhadap kesehatan pangan dan obat-obatan bagi jamaah," kata Penny.

Badan POM juga disebut akan berusaha maksimal dalam kerja sama dengan Kemenag. Hal tersebut penting, agar kenyamanan ibadah jamaah dapat terwujud.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini