Pertama Kali Sejak Februari, Kasus Baru Covid-19 Saudi di Atas 1.000

Kamis , 09 Jun 2022, 12:54 WIB Reporter :Zahrotul Oktaviani/ Redaktur : Agung Sasongko
 Otoritas Saudi mencopot stiker di tanah yang menunjukkan posisi jarak sosial, di Masjidil Haram Makkah , Arab Saudi, pada 6 Maret 2022. Jarak sosial ditetapkan pada 2020 dan bagian dari tindakan COVID-19.
Otoritas Saudi mencopot stiker di tanah yang menunjukkan posisi jarak sosial, di Masjidil Haram Makkah , Arab Saudi, pada 6 Maret 2022. Jarak sosial ditetapkan pada 2020 dan bagian dari tindakan COVID-19.

IHRAM.CO.ID,  RIYADH -- Jumlah kasus baru Covid-19 yang tercatat di Arab Saudi naik di atas angka 1.000, Rabu (8/6). Berdasarkan laporan otoritas setempat, dalam 24 jam terdapat 1.029 kasus positif Covid-19 di seluruh Kerajaan.

 

Terkait

Sekitar sepertiga dari total kasus atau 341 pasien tercatat di ibu kota Riyadh. Sebanyak 190 di Jeddah, 133 di Dammam, 48 di Makkah dan 41 di Madinah.

Baca Juga

Dilansir di Arab News, Kamis (9/6/2022), beberapa kota lain di Kerajaan Saudi masing-masing mencatat kurang dari 35 kasus baru.

Kementerian kesehatan Kerajaan juga mengumumkan tiga kematian baru terkait Covid-19. Dengan penambahan ini, menjadikan jumlah total kematian sejak penyebarannya menjadi 9.163.

Tak hanya itu, Kementerian juga menambahkan 616 pasien dilaporkan telah pulih dari infeksi Covid-19. Sehingga, jumlah total pemulihan di Kerajaan selama pandemi menjadi 756.871 orang.

Lebih dari 66 juta dosis vaksin Covid-19 telah diberikan sejak kampanye imunisasi Kerajaan dimulai. Tercatat lebih dari 25 juta masyarakat Saudi tercatat telah divaksinasi penuh.

Saat ini, Kerajaan Saudi tengah bersiap melaksanakan ibadah haji 1443 H/2022 M. Ribuan jamaah dari luar negeri mulai berdatangan, sejak otoritas terkait mengumumkan izin pelaksanaan haji diikuti 1 juta peziarah baik dari dalam dan luar negeri.

Uji coba KA Al Mashaer di tempat-tempat suci juga telah dimulai. Hal ini dilakukan dalam rangka persiapan menerima dan mengangkut jamaah haji 1443 H/2022 M.

Akun resmi Twitter milik Al-Ekhbariya mengunggah sebuah video yang menunjukkan percobaan operasional metro tersebut. Nantinya alat transportasi ini akan mengangkut para peziarah, menjelang musim haji yang semakin dekat.

Patut dicatat, karena penyebaran pandemi Covid-19 secara global selama dua tahun terakhir, kereta api di Tempat Suci mengalami pemberhentian operasi selama dua musim haji terakhi.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini