Wapres Minta Pelaku Ekonomi Syariah Perkuat Kerja Sama Internasional

Rabu , 15 Jun 2022, 21:21 WIB Redaktur : Agung Sasongko
Wakil Presiden Maruf Amin saat  mengunjungi Pesantren Al-Jauharen di Jambi, Rabu (15/6)
Wakil Presiden Maruf Amin saat mengunjungi Pesantren Al-Jauharen di Jambi, Rabu (15/6)

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin meminta pelaku ekonomi dan keuangan syariah Indonesia memperkuat kerja sama internasional guna meningkatkan daya saing produk halal di pasar global.Hal tersebut disampaikan Wapres pada Pembukaan Kongres Halal Internasional 2022 di Novotel Hotel and Convention Centre, Pangkalan Baru, Bangka Belitung, Selasa (15/6/2022).

 

Terkait

"Saya mengundang para pelaku ekonomi dan keuangan syariah Indonesia untuk memperkokoh kerja sama yang saling menguntungkan dengan negara-negara sahabat dalam pengembangan industri halal, pariwisata halal, serta bisnis halal lainnya," ujar Wapres.

Berdasarkan Laporan Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia Tahun 2021, kata Wapres, pangsa sektor prioritas dalam mata rantai ekonomi halal terhadap PDB Indonesia meningkat menjadi 25,4 persen.Kontribusi tertinggi dari sektor pertanian, diikuti makanan halal, pariwisata ramah muslim, dan fesyen muslim.

"Pada tahun 2022, dengan penanganan COVID-19 yang jauh lebih baik, perekonomian akan berlari lebih kencang, termasuk sektor halal. Momentum ini harus dijaga dan dimanfaatkan, sehingga kita dapat merealisasikan target Indonesia menjadi pusat industri halal dunia pada tahun 2024," kata Wapres.

Untuk itu, Wapres menekankan pentingnya penguatan sinergi dan kolaborasi antarlembaga terkait yang menangani ekonomi dan keuangan syariah Indonesia.Mengakhiri sambutannya, Wapres menyampaikan pentingnya sertifikasi produk halal untuk meningkatkan daya saing ekspor produk Indonesia ke negara lain.

"Kewajiban sertifikasi halal juga akan memberikan nilai tambah dalam rantai pasok halal sehingga meningkatkan daya saing ekspor produk Indonesia, utamanya ke negara-negara OKI," kata Wapres.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini