Jamaah Haji Yang Sempat Koma, Kini Sudah Bisa Video Call

Selasa , 21 Jun 2022, 21:19 WIB Redaktur : Muhammad Subarkah
Seortang amaah haji asal embarkasi MES 06 diberikan edukasi menggunakan inhaler oleh dokter spesialis paru di Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah, Rita Kesuma, Selasa (21/6). (ilustrasi)
Seortang amaah haji asal embarkasi MES 06 diberikan edukasi menggunakan inhaler oleh dokter spesialis paru di Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah, Rita Kesuma, Selasa (21/6). (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Siti Zahro, 62 tahun, jemaah embarkasi JKG 11 yang sempat koma dan dirawat di RS Al Madinah, kini berangsur-angsur membaik. Informasi tersebut disampaikan oleh Tim visitasi KKHI Madinah yang mengunjunginya, Senin (20/6).

 

Terkait

Muhaimin Munizu, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah yang memimpin tim visitasi mengabarkan keadaan Siti Zahro sudah membaik dan sudah bisa berkomunikasi aktif bahkan meminta video call dengan keluarga. Walaupun demikian, Siti Zahro masih menjalani perawatan di ruang intensif khusus jantung RS Al Madinah.

“Alhamdulillah kondisi Ibu Siti Zahro berangsur-angsur membaik dan sudah bisa komunikasi dengan keluarganya di kampung melalui video call,” kata Muhaimin dalam keterangan, Selasa (21/6).

Muhaimin mengatakan, hari ini, merupakan hari ketiga Siti Zahro dirawat di RS Al Madinah. Dokter KKHI Madinah ini mengaku bersyukur, melihat perkembangan kesehatan Siti Zahro yang sangat signifikan. Sehingga perlahan-lahan alat bantu pernapasan sudah dilepas dan obat-obat penguat otot jantung dihentikan.

“Kemarin alat bantu napas sudah dilepas, lalu obat penguat otot jantung dosisnya diturunkan perlahan-lahan, hingga dihentikan” katanya.

Muhaimin mengatakan, Siti Zahro mengaku sudah merasa lebih baik, keluhan sesak dan rasa sakit di dada berkurang namun masih terasa mual. Siti Zahro sudah bisa berkomunikasi aktif dengan tim visitasi, dan bahkan mampu menandatangani sendiri persetujuan tindakan medis lanjutan.

Berdasarkan informasi dari tim dokter yang menangani di RS Al Madinah, Siti Zahro mengalami serangan jantung atau infark miokard akut yang menyebabkan henti jantung. Sehingga perlu dirujuk ke pusat jantung Cardiac Centre Madinah di RS King Fahd untuk angiografi koroner dan pemasangan ring jantung.

“Rencananya hari ini rujuk ke Madinah Cardiac Centre, RS King Fahd untuk penanganan lanjutan yaitu Angiografi Koroner dan dilanjutkan pemasangan ring jantung,” katanya.

Dokter Fajriani Damhuri, TKH kloter JKG 011, menuturkan kejadian awal sebelum Siti Zahro mengalami henti Jantung. Awalnya Siti Zahro akan pergi shalat Ashar di Masjid Nabawi melalui pintu 13, tiba-tiba merasa sakit dada, pusing, dan pandangan gelap. Ia lalu dihampiri Emergency Medical Team (EMT) Nabawi, lalu dibawa ke klinik Al Safiah. 

Dalam perjalanan tiba-tiba tak sadarkan diri diduga mengalami henti jantung, sehingga dilakukan resusitasi jantung paru. Sesaat kemudian diintubasi kemudian dirujuk ke RS Al Madinah.

Fajriani mengatakan, Siti Zahro ini memiliki riwayat hipertensi dan tidak minum obat. Siti Zahro tetap memaksakan diri berangkat ke masjid Nabawi sejak jam tiga pagi sampai sore tanpa istirahat.

 

Dian Fath Risalah

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini