Saudi: Cacar Monyet Selama Haji Bukan Masalah Utama Saat Ini

Selasa , 28 Jun 2022, 13:31 WIB Reporter :Zahrotul Oktaviani/ Redaktur : Agung Sasongko
Haji / ka
Haji / ka

IHRAM.CO.ID, RIYADH -- Wakil Menteri Haji dan Umrah Dr Abdul Fattah Mashat menyatakan dampak cacar monyet selama haji tidak menjadi perhatian utama. Dia mengatakan penyelenggara haji dapat mempercayai langkah-langkah yang diambil Kementerian Kesehatan untuk menghadapi cacar monyet.

 

Terkait

Kementerian Kesehatan sebelumnya telah menetapkan persyaratan kesehatan yang memungkinkan peziarah melakukan ritual. Saat itu, mereka tidak memasukkan tindakan terhadap cacar monyet.

Baca Juga

Meski demikian, Mashat menegaskan Kementerian Kesehatan dan Kementerian Haji akan mengambil tindakan proaktif untuk menangani kasus penyakit ini jika ditemukan muncul selama musim haji.

"Arab Saudi selalu mengangkat slogannya, yaitu “Human Health First”, yang mewajibkan adanya persyaratan untuk menjaga kesehatan jamaah haji selama perjalanan sampai mereka menyelesaikan ritual," katanya dikutip di Saudi Gazette, Selasa (28/6/2022).

Tak hanya itu, Mashat juga menyampaikan variasi pengecekan dan perawatan kesehatan dari satu negara ke negara lain menjadi kontrol persyaratan kesehatan yang dikenakan untuk haji.

Di sisi lain, ia menyebut Kementerian Kesehatan saat menetapkan persyaratan kesehatan berfokus pada hal-hal proaktif dan preventif yang mewakili. Melalui protokol kesehatan yang ada, hal ini berfungsi untuk mencegah penyakit, tetapi tidak menunggu untuk menanganinya.

Mashat mengatakan, hal proaktif dan preventif yang menjadi fokus kementerian terletak pada persyaratan jamaah haji yang ingin menunaikan ibadah, antara lain kewajiban memberikan hasil tes PCR 72 jam sebelum kedatangan, imunisasi, di samping itu membatasi usia haji tidak lebih dari 65 tahun.

Adapun untuk anak-anak selama periode haji, Mashat menegaskan usia minimum melakukan ritual haji adalah 15 tahun. Setiap jemaah yang membawa anak-anak di luar syarat yang disampaikan akan dianggap melanggar peraturan dalam hal ini.

Terkait pelaksanaan haji, ia pun memastikan kawasan Arafah telah teraliri jaringan listrik yang cukup untuk seluruh kota dalam rangka persiapan musim haji. Kamp di Mina setidaknya sudah dikembangkan sebanyak 20 persen, termasuk mempersiapkan tenda jamaah dan mendirikan 1.000 kompleks toilet.  

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini