449 Jamaah Haji Bali dan Mojokerto Tiba di Debarkasi Surabaya

Jumat , 05 Aug 2022, 13:13 WIB Reporter :Zahrotul Oktaviani/ Redaktur : Ani Nursalikah
Ilustrasi. Jamaah haji asal Kabupaten Magetan yang tergabung dalam Kloter satu debarkasi Surabaya, saat tiba di Bandara Juanda, Sidoarjo. 449 Jamaah Haji Bali dan Mojokerto Tiba di Debarkasi Surabaya
Ilustrasi. Jamaah haji asal Kabupaten Magetan yang tergabung dalam Kloter satu debarkasi Surabaya, saat tiba di Bandara Juanda, Sidoarjo. 449 Jamaah Haji Bali dan Mojokerto Tiba di Debarkasi Surabaya

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Sebanyak 449 jamaah haji yang tergabung dalam kelompok terbang (Kloter) SUB29 tiba di Debarkasi Asrama Haji Surabaya pukul 07:05 WIB, hari ini (5/8). Mereka merupakan jamaah gabungan dari Provinsi Bali dan Kabupaten Mojokerto Jawa Timur.

 

Terkait

Sebelum tiba di Debarkasi Surabaya, jamaah mendarat di Bandara Internasional Juanda pada pukul 05.37 WIB, dengan maskapai Saudi Arabia Airline (SV5208). Kepulangan jamaah ini dilakukan dari Prince Muhammad Bin Abdul Aziz Madinah Airport pukul 14.35 Waktu Arab Saudi (WAS).

Baca Juga

Kloter SUB29 disampaikan terdiri dari 317 jamaah haji asal Provinsi Bali, serta 128 jamaah haji dari Kabupaten Mojokerto Jatim. Total sebanyak 445 jamaah tersebut didampingi oleh empat petugas kloter.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali Komang Sri Marheni mengatakan ada satu jamaah asal Provinsi Bali yang wafat di Tanah Suci. Sehingga, jumlah jamaah yang awalnya berangkat 318 jamaah kini tinggal 317 jamaah.

"Kami turut berbelasungkawa kepada keluarga jamaah yang wafat di tanah suci," kata Komang Sri Marheni saat memberikan sambutan di Debarkasi Surabaya, dalam keterangan yang didapat Republika, Jumat (5/8/2022).

Sebelum pulang ke daerahnya masing-masing, seluruh jamaah dicek kesehatannya oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kota Surabaya. Tes dilakukan dengan melakukan pemindaian suhu dengan menggunakan thermoscanner, serta tes swab antigen dan pemberian vaksin booster bagi jamaah yang belum vaksin dosis ketiga.

"Kami harus tetap melakukan prokes karena masih pandemi. Jadi sebelum memasuki ruangan, jamaah di thermoscanner dan alhmadulillah tidak ada yang bergejala, setelah itu jamaah dites swab antigen dan booster bagi yang belum," kata salah satu petugas dari KKP Surabaya.

Ia juga mengatakan, jika nantinya ada jamaah yang terindikasi positif Covid19, maka jamaah tersebut akan dilakukan pemeriksan lebih lanjut. Ia akan dipisahkan dari jemaah lain dan tetap dipulangkan ke daerahnya dengan menggunakan kendaraan terpisah.

"Walaupun nanti ada yang hasilnya positif, jamaah tetap dipulangkan dengan menggunakan kendaraan terpisah dari jamaah lain," lanjut dia.

Selain itu, saat di Debarkasi jamaah juga akan mendapatkan kartu monitoring kesehatan jamaah. Hal ini digunakan untuk memonitor kondisi jamaah selama tujuh hari ke depan. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini