Arab Saudi Catat 1 Kematian dan 103 Kasus Baru Covid-19

Kamis , 18 Aug 2022, 18:05 WIB Reporter :Zahrotul Oktaviani/ Redaktur : Nashih Nashrullah
Bendera Arab Saudi. Arab Saudi longgarkan sejumlah protokol kesehatan Covid-19
Bendera Arab Saudi. Arab Saudi longgarkan sejumlah protokol kesehatan Covid-19

IHRAM.CO.ID, RIYADH – Kerajaan Arab Saudi mencatat 103 kasus baru Covid-19, Selasa (16/8). Dengan penambahan ini, total kasus terkonfirmasi menjadi 812.196 orang. 

 

Terkait

Kasus Covid-19 di Kerajaan telah mengalami fluktuasi, antara angka 100 dan 1000 selama beberapa pekan terakhir. 

Baca Juga

Menurut keterangan Kementerian Kesehatan, satu orang dilaporkan meninggal dunia akibat komplikasi virus tersebut, selama 24 jam terakhir. 

Dilansir di Saudi Gazette, Rabu (17/8/2022), laporan kematian tersebut menjadikan jumlah total kematian terkait virus ini menjadi 9.272. 

Menurut kementerian, total 151 orang pulih selama 24 jam terakhir. Hal ini meningkatkan jumlah total orang yang bebas dari virus mematikan menjadi 799.084. 

Di antara kasus aktif yang ada, 80 di antaranya disampaikan berada dalam kondisi kritis. 

Arab Saudi saat ini tengah memasuki musim baru umrah 1444 H. Kerajaan membuat aturan baru, dimana semua visa bisa melaksanakan umroh. 

Di sisi lain, Wakil Menteri Haji Arab Saudi, Abdulfattah Mashat, telah mengkonfirmasi tidak ada batasan jumlah orang yang diizinkan untuk melakukan umrah dari luar Kerajaan. 

Meski demikian, calon jamaah tetap perlu mengecek aplikasi Eatmarna untuk mengetahui waktu dan kapasitas di Masjidil Haram. 

Selain itu, dia menegaskan seorang peziarah dapat melakukan umroh lebih dari satu kali tanpa menghadapi persyaratan atau batasan apa pun, dengan mendaftar dan memesan slot umroh mereka di Eatmarna.

Sebelumnya, Arab Saudi telah mengumumkan mencabut tindakan pencegahan dan sejumlah tindakan protokol kesehatan, terkait dengan memerangi pandemi.

Sebuah sumber resmi di Kementerian Dalam Negeri Saudi mengatakan, jarak sosial dan penggunaan masker di luar ruangan tidak lagi wajib.

Arab Saudi juga tidak lagi mewajibkan para pelancong untuk menjalani karantina saat tiba di Kerajaan. Tak hanya itu, mereka juga tidak perlu lagi memberikan tes PCR pada saat kedatangan.

Kendati demikian, Arab Saudi di bawah slogan “It's our turn”, kementerian terus meminta orang tua untuk mendaftarkan anak-anak mereka, yang berusia antara 5 dan 11 tahun, untuk mendapatkan vaksin dan memastikan keamanan sekaligus melindungi mereka dari varian dan komplikasi lainnya.

Tak hanya itu, Kementerian Kesehatan juga mendesak orang-orang yang belum menerima suntikan vakasinasi mereka untuk mendaftar dan menerimanya melalui aplikasi Sehhaty.   

 

Sumber: saudigazette

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini