Arab Saudi Gagalkan Penyelundupan Dua Juta Tablet Amfetamin

Kamis , 18 Aug 2022, 16:59 WIB Reporter :mgrol135/ Redaktur : Ani Nursalikah
Polisi Arab Saudi (ilustrasi). Arab Saudi Gagalkan Penyelundupan Dua Juta Tablet Amfetamin
Polisi Arab Saudi (ilustrasi). Arab Saudi Gagalkan Penyelundupan Dua Juta Tablet Amfetamin

IHRAM.CO.ID, JEDDAH -- Kantor berita resmi Saudi Press Agency (SPA) melaporkan menggagalkan upaya menyelundupkan lebih dari dua juta tablet amfetamin ke Kerajaan melalui Pelabuhan Islam Jeddah, Rabu (17/8/2022).

 

Terkait

Dilansir Al Arabiya, Rabu (17/8/2022), juru bicara Direktorat Jenderal Pengendalian Narkotika (GDNC) Mayor Muhammad al-Nujaidi mengatakan dalam sebuah pernyataan yang dibawa oleh SPA bahwa 2.250.000 juta tablet amfetamin tersembunyi di dalam pengiriman wiper lantai.

Baca Juga

“Tindak lanjut keamanan dari jaringan penyelundupan dan promosi narkoba yang menargetkan keamanan Kerajaan dan para pemudanya mengakibatkan upaya penyelundupan 2.250.000 juta tablet amfetamin gagal,” kata al-Nujaidi, dikutip SPA.

Dia juga mengatakan operasi itu dilakukan dalam koordinasi dengan The Zakat, Tax and Customs Authority (ZATCA). Menurut al-Nijaidi, pengiriman itu menuju ke seorang warga negara Suriah yang berasal di Riyadh, yang ditahan. Tindakan yang diperlukan telah diambil terhadapnya dan dia dirujuk ke Penuntut Umum.

Pengumuman itu muncul setelah Arab Saudi pekan lalu menggagalkan upaya penyelundupan 1,1 juta pil Captagon ke Kerajaan. Dalam beberapa tahun terakhir, otoritas Saudi meningkatkan tindakan mereka terhadap penyelundupan narkotika ke Kerajaan. Beberapa pengiriman tablet Captagon dan amfetamin secara teratur disita terutama dengan sumber asal Suriah dan Lebanon.

Menanggapi upaya penyelundupan yang meningkat, Kerajaan mengumumkan pada tahun 2021 bahwa mereka akan melarang impor buah dan sayuran Lebanon. Keputusan itu diambil setelah bea cukai Saudi menggagalkan upaya penyelundupan lebih dari lima juta pil Captagon yang dimasukkan ke dalam buah delima.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini