Kemenag Siapkan Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2023

Selasa , 20 Sep 2022, 17:38 WIB Reporter :Fuji Eka Permana/ Redaktur : Agung Sasongko
Gedung Kemenag
Gedung Kemenag

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Agama (Kemenag) menyiapkan kalender hijriah Indonesia tahun 2023. Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kemenag, Adib, mengatakan, kalender tersebut untuk memperbarui prediksi penentuan awal bulan kamariah dan hari-hari keagamaan Islam tahun 2023.

 

Terkait

"Kita menyusun buku Ephemeris Hisab Rukyat dan penanggalan kalender hijriah Indonesia tahun 2023 yang nantinya menjadi bahan rekomendasi sebagai dasar penetapan hari libur keagamaan tahun 2023," kata Adib melalui pesan tertulis kepada Republika, Selasa (20/9/2022).

Baca Juga

Adib menjelaskan, buku Ephemeris Hisab Rukyat dan kalender hijriah Indonesia tahun 2023 ini menggunakan kriteria baru Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS). Kalender hijriah sebelumnya masih menggunakan kriteria lama MABIMS, di mana tinggi hilal 2 derajat dan sudut elongasi 3 derajat.

"Sementara pada kriteria baru MABIMS yang telah kita terapkan dalam penetapan awal Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijah pada tahun ini, syarat ketinggian hilal adalah 3 derajat dengan sudut elongasi 6,4 derajat," ujar Adib.

Melalui pertemuan Ahli Hisab dan Rukyat kemarin, Adib berharap, para ahli falak dari berbagai ormas Islam yang hadir dapat mensosialisasikan secara luas penerapan kriteria baru MABIMS yang telah disepakati. Karena ini perlu menjadi perhatian semua pihak.

Sebelumnya, diberitakan Kemenag menyusun buku Ephemeris Hisab Rukyat 2023. Adib menyampaikan, penyusunan buku ini merupakan upaya memberi pedoman yang jelas terkait waktu-waktu ibadah kepada masyarakat.

"Penyusunan buku Ephemeris Hisab Rukyat 2023 merupakan hal yang penting, karena akan menjadi pedoman masyarakat menentukan waktu-waktu ibadah dengan mematok pergerakan benda-benda langit," kata Adib.

Adib menerangkan, buku Ephemeris Hisab Rukyat 2023 berisi penjelasan detail tentang posisi benda-benda langit. Khususnya benda langit seperti matahari dan bulan pada setiap waktu yang menjadi pedoman dalam penentuan awal waktu ibadah maupun awal bulan kamariah. Inilah alasan mengapa buku ini menjadi sangat penting.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini