Saudi Danai Pembangunan Masjid Di Kuba

Kamis , 22 Sep 2022, 06:55 WIB Reporter :Andrian Saputra/ Redaktur : Agung Sasongko
ILUSTRASI SUNSET, MENARA MASJID, ILALANG, SILUET
ILUSTRASI SUNSET, MENARA MASJID, ILALANG, SILUET

IHRAM.CO.ID,HAVANA — Arab Saudi akan mendanai proyek pembangunan masjid di Kuba. Hal ini disampaikan delegasi Kuba untuk Arab Saudi Vladimir Gonzalez dalam sebuah sesi wawancara di salah satu televisi pemerintah Arab Saudi. 

 

Terkait

"Karena sumbangan dari pihak Saudi ini, hari ini kami dapat mengatakan bahwa kami sedang membangun di Havana masjid pertama di negara kami. Kami memiliki komunitas Muslim kecil di negara kami, mereka sangat terorganisir. Saya merasa terhormat untuk memfasilitasi kehidupan mereka sebagai orang Muslim di Kuba," kata Vladimir seperti dilansir Middle East Monitor pada Rabu (21/9).

Baca Juga

Komunitas Muslim Kuba diperkirakan sekitar 9.000 jiwa. Mereka biasa melaksanakan sholat di rumah maupun tempat-tempat sholat yang seadanya. Saat ini sholat Jumat dilakukan di Casa de los Arabes (Rumah Arab) yang terutama melayani para diplomat dan turis Muslim. Tempat itu pernah menjadi milik seorang imigran Arab kaya yang tinggal di Kuba selama tahun 1940-an dan dibangun sesuai dengan desain arsitektur Andalusia.

"Arab Saudi adalah negara Arab pertama yang menjalin hubungan diplomatik dengan Kuba," kata Gonzalez. 

Hubungan diplomatik Riyadh dengan Havana dimulai pada tahun 1956. Pada tahun 2015 dilaporkan bahwa baik Turki dan Arab Saudi telah menyatakan minatnya untuk membangun masjid pertama yang dibangun khusus di negara Karibia itu. Pada saat itu Presiden Recep Tayyip Erdogan menyatakan bahwa Ankara telah mengajukan izin bersama dengan Riyadh kepada pejabat Kuba tetapi masih menunggu tanggapan.

Tahun lalu, delegasi dari Saudi Fund for Development (SFD) mengunjungi Kuba dan meresmikan sebuah proyek untuk merehabilitasi sistem air dan pembuangan kotoran di Kuba tengah. Delegasi juga memeriksa proyek Masjid Raja Salman di Havana, yang diperkirakan akan menelan biaya 9,3 juta dollar. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini