Jawatan Islam Malaysia Didesak Kenalkan Keterampilan Mengajar Bagi Penyandang Disabilitas

Kamis , 29 Sep 2022, 04:00 WIB Reporter :Amri Amrullah/ Redaktur : Muhammad Hafil
Jawatan Islam Malaysia Didesak Kenalkan Keterampilan Mengajar Bagi Penyandang Disabilitas. Foto:  Masjid (ilustrasi)
Jawatan Islam Malaysia Didesak Kenalkan Keterampilan Mengajar Bagi Penyandang Disabilitas. Foto: Masjid (ilustrasi)

IHRAM.CO.ID,KENINGAU -- Departemen Pengembangan Islam Malaysia atau Jawatan Kuasa Islam Malaysia (JAKIM), melalui Penyelenggara Pendidikan Tingginya, didesak untuk memperkenalkan Sertifikat Keterampilan Malaysia (SKM) dalam pendidikan Islam bagi penyandang disabilitas.

 

Terkait

Menteri di Departemen Perdana Menteri (Urusan Agama) Datuk Idris Ahmad mengatakan ini sejalan dengan upaya JAKIM untuk meluncurkan Aplikasi Glosarium Islam (I-Sign) untuk individu tuna rungu.

Baca Juga

“Keberhasilan ini harus diikuti dengan penyediaan tenaga pengajar yang terampil untuk memenuhi kebutuhan pendidikan Islam bagi masyarakat penyandang disabilitas. Ini tanggung jawab kita dalam menunaikan fardu kifayah”, ujarnya dalam sambutannya saat meresmikan di Sabah Institute Sidang ke-16 Studi Islam dan Dakwah (IPDAS), dilansir Bernama, Rabu (28/9/2022).

Turut hadir Direktur Jenderal JAKIM Datuk Hakimah Mohd Yusoff dan Direktur Departemen Agama Islam Sabah Datuk Saifulzaman Sangul.

Berkaitan dengan hal tersebut, Idris menyarankan agar IPDAS bekerjasama dengan Masjid Kota Kinabalu, sebagai mitra industri untuk melaksanakan program tersebut. Karena masjid itu telah membuktikan keberhasilannya dalam menangani pendidikan Islam bagi anak difabel sejak tahun 2015.

Idris juga berharap agar IPDAS tidak hanya fokus pada pendidikan di ruang kuliah tetapi pada perluasan kegiatan dan program belajar sepanjang hayat. Hal ini sejalan dengan keinginan para pemangku kepentingan untuk melayani berbagai lapisan masyarakat.

Menguraikan harapan itu, katanya fasilitas pembelajaran jarak jauh online dan Akreditasi Pembelajaran Pengalaman Sebelumnya dari Badan Kualifikasi Malaysia harus dimanfaatkan. Ini diperlukan untuk memberikan kesempatan bagi sebanyak mungkin siswa dewasa untuk melanjutkan studi Islam tingkat tinggi.

“Selain itu, pemerintah Sabah telah memperkenalkan Halal Hub Majelis Umat Islam (MUIS) Sabah, sehingga IPDAS sangat dibutuhkan untuk berperan dalam menghasilkan tenaga kerja terampil di bidang halal untuk melengkapi ekosistem,” kata Idris.

Sebanyak 244 wisudawan menerima gulungan ijazah pada upacara wisuda, dan IPDAS telah menghasilkan 15.526 wisudawan sejak 1979.

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini