Fungsi Platform Umroh Baru 'Nusuk' yang Wajib Diketahui

Ahad , 02 Oct 2022, 20:01 WIB Reporter :Umar Mukhtar/ Redaktur : Agung Sasongko
Jamaah haji sedang wukuf di Arafah (Ilustrasi)
Jamaah haji sedang wukuf di Arafah (Ilustrasi)

IHRAM.CO.ID,KAIRO -- Otoritas Arab Saudi meluncurkan sebuah platform elektronik baru, yang dirancang untuk memfasilitasi akses ke layanan umroh. Platform tersebut menargetkan peziarah domestik dan luar negeri.

 

Terkait

Wakil Menteri Haji dan Umroh Arab Saudi, Abdulfattah Al Mashat mengatakan, Nusuk adalah platform terintegrasi elektronik yang ditujukan untuk para tamu Allah di dalam dan di luar kerajaan. "Ini adalah yang pertama di tingkat nasional," katanya, seperti dilansir Gulf News, Ahad (2/10).

Baca Juga

Arab Saudi pekan lalu meluncurkan platform pemerintah terpadu untuk memfasilitasi prosedur bagi jamaah umroh dan pengunjung kota suci Makkah dan Madinah. Platform nusuk.sa memungkinkan umat Islam yang ingin melakukan umroh atau mengunjungi tempat-tempat suci untuk mendapatkan visa dan izin yang diperlukan serta memesan paket terkait secara elektronik.

"Platform ini menandai transfer kualitatif untuk semua layanan yang diberikan oleh Kementerian Haji dan Umrah, atau sektor lain untuk jamaah. Platform ini memfasilitasi kedatangan di Makkah dan Madinah serta mendapatkan visa untuk umrah atau untuk kunjungan," kata Al Mashat.

Pekan lalu, Menteri Haji dan Umrah Saudi Tawfiq Al Rabiah mengatakan, platform baru ini adalah bagian dari upaya kerajaan untuk meningkatkan kualitas layanan yang ditawarkan kepada para peziarah. Langkah Saudi yang dilakukan adalah dengan memanfaatkan teknologi paling mutakhir.

Tujuan peluncuran platform Nusuk itu, kata Al Rabiah, ialah untuk memfasilitasi prosedur yang dilakukan oleh jamaah umroh. Platform tersebut juga memungkinkan jamaah dan jamaah umroh untuk melakukan ritual mereka dengan nyaman.

Dalam beberapa bulan terakhir, Arab Saudi telah memperkenalkan seperangkat fasilitas untuk ritual umroh yang dilakukan sepanjang tahun, kecuali selama musim haji tahunan.

Kerajaan Arab Saudi juga mengizinkan jamaah umrah untuk tinggal hingga 90 hari dari masa berlaku visa mereka. Tak hanya itu, mereka juga bebas memilih bandara mana pun untuk tiba dan berangkat dari kerajaan. Peziarah juga bisa mengajukan visa umrah melalui platform elektronik yang disetujui untuk tujuan tersebut.

Meski telah diberikan sejumlah kemudahaan, peziarah yang memiliki visa umrah tetap harus mendapat izin dari aplikasi Eatmarna yang kini telah diganti dengan platform baru bernama Nusuk.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini