Ras Al Hadd, Benteng Islam Tua di Oman

Senin , 03 Oct 2022, 12:17 WIB Reporter :Zahrotul Oktaviani/ Redaktur : Ani Nursalikah
Benteng Ras Al Hadd merupakan benteng Islam tua, yang terletak di desa Ras al Hadd di Provinsi Ash Sharqiyah, Oman. Ini adalah salah satu atraksi wisata dan sejarah utama di Wilayat Sur dan Kegubernuran ASharqiyah Selatan. Ras Al Hadd, Benteng Islam Tua di Oman
Benteng Ras Al Hadd merupakan benteng Islam tua, yang terletak di desa Ras al Hadd di Provinsi Ash Sharqiyah, Oman. Ini adalah salah satu atraksi wisata dan sejarah utama di Wilayat Sur dan Kegubernuran ASharqiyah Selatan. Ras Al Hadd, Benteng Islam Tua di Oman

IHRAM.CO.ID, MUSCAT -- Benteng Ras Al Hadd merupakan benteng Islam tua, yang terletak di desa Ras al Hadd di Provinsi Ash Sharqiyah, Oman. Ini adalah salah satu atraksi wisata dan sejarah utama di Wilayat Sur dan Kegubernuran A'Sharqiyah Selatan.

 

Terkait

Bangunan tersebut terletak di Nayabat Ras Al Hadd, sekitar 35 kilometer dari pusat wilayat. Matahari pertama kali terbit di Niyabat Ras Al Hadd di Jazirah Arab, sekaligus bertindak sebagai pemisah antara Laut Oman dan Laut Arab.

Baca Juga

Benteng ini terletak di dataran tinggi yang menghadap ke daerah pemukiman Niyabat, serta lokasi kapal angkatan laut dan pintu masuk sungai Al Hajar, yang mengalir dari Laut Oman.

Dilansir di Times of Oman, Senin (3/10/2022), benteng tersebut dibangun pada 1560 hingga 1590, oleh semua suku Niyabat. Prosesnya disebut-sebut memakan waktu sekitar tiga dekade pembangunan.

Situs sejarah ini terdiri dari sebuah kastil dan dua menara yang dihubungkan oleh tembok besar. Lebar dasarnya sekitar 3 meter dan menjadi fondasi kokoh yang dibangun dari plester dan batu. Ketika seseorang tiba di lokasi, ia akan dihadapkan oleh sebuah gerbang besar, dengan lebar 2,5 meter dan panjang 3 meter.

Di sebelah timur Benteng Ras Al Hadd, terdapat ruangan terbuka dengan tempat duduk yang besar. Ruangan tersebut berukuran lebar 3 meter, panjang 6,5 meter, serta memiliki ketinggian 3,5 meter.

Ruangan tersebut digunakan sebagai ruang tunggu, di samping ruang Al Sabla "Majlis", yang digunakan untuk menyelesaikan perselisihan. Lebar ruang Al Sabla adalah 3 meter, panjangnya 4,25 meter dan tingginya 3,5 meter.

Tak hanya itu, terdapat pula ruangan lain yang digunakan sebagai penjara sementara, yaitu dengan lebar 3 meter, panjang 5,25 meter, dan tinggi 3,5 meter.

Benteng ini juga termasuk sebuah kastil, yang digunakan untuk bertindak sebagai garis pertahanan terakhir. Tingginya 13,25 meter, lebar 13 meter, dan panjang 16 meter.

Ada sebuah menara yang memiliki diameter 7 meter. Ada juga basement 8 meter, yang berbelok ke timur dan keluar dari perbatasan tembok timur yang memanjang sekitar 500 meter. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini