Masjid Sayed Al-Shuhada dan Kisah Perang Uhud di Madinah

Selasa , 04 Oct 2022, 06:26 WIB Reporter :mgrol135/ Redaktur : Ani Nursalikah
Masjid Sayed Al-Shuhada di Madinah, Arab Saudi adalah situs penting dalam sejarah Islam karena menceritakan kisah Perang Uhud yang terjadi pada tahun ketiga Hijriyah. Masjid Sayed Al-Shuhada dan Kisah Perang Uhud di Madinah
Masjid Sayed Al-Shuhada di Madinah, Arab Saudi adalah situs penting dalam sejarah Islam karena menceritakan kisah Perang Uhud yang terjadi pada tahun ketiga Hijriyah. Masjid Sayed Al-Shuhada dan Kisah Perang Uhud di Madinah

IHRAM.CO.ID, MADINAH -- Masjid Sayed Al-Shuhada di Madinah, Arab Saudi adalah situs penting dalam sejarah Islam karena menceritakan kisah Perang Uhud yang terjadi pada tahun ketiga Hijriyah.

 

Terkait

 

Baca Juga

Letaknya juga bersebelahan dengan makam 70 syuhada sahabat Nabi Muhammad SAW, sekitar tiga kilometer dari alun-alun utara Masjid Nabawi.

 

Masjid ini selesai dibangun pada April 2017 dan menampilkan gaya arsitektur yang unik. Ini mencakup area seluas 54 ribu meter persegi dan dapat menampung hingga 15 ribu jamaah. Layanan dan fasilitas pendukung dapat ditemukan di luar situs.

 

Masjid menghadap Gunung Rumat, sebuah bukit kecil yang terletak di sebelah barat Gunung Uhud. Alun-Alun Uhud Martir, beserta landmark yang ada di dalamnya, dapat dilihat dari atas bukit.

 

Dilansir Arab News, sumber sejarah mengatakan bahwa tentara suku Quraisy dan sekutunya pergi ke Madinah untuk membunuh umat Islam dan membalas mereka yang tewas dalam Perang Badar, yang terjadi pada tahun kedua Hijriyah.

 

Muslim menghadapi mereka, dengan Nabi Muhammad mengerahkan pemanah di Gunung Rumat. Dia memerintahkan pemanah untuk tetap di pos mereka kecuali disuruh bergerak.

Ketika para penyerang mulai melarikan diri, para pemanah mengira pertempuran telah berakhir dan mereka telah menang. Mereka turun gunung, mengabaikan perintah Nabi Muhammad.

 

Komandan penyerang, Khalid bin Al-Walid, yang belum masuk Islam, mengejutkan para pemanah yang turun, membunuh mereka, lalu menyerang Muslim lainnya. Sebanyak 70 sahabat Nabi terbunuh, termasuk pamannya Hamzah bin Abdul-Muthalib. Mereka dimakamkan di lokasi pertempuran di kaki Gunung Rumat.

 

Muslim mengunjungi kuburan mereka sampai hari ini, seperti yang pernah dilakukan Nabi Muhammad. Umat Muslim juga naik gunung untuk mengamati lokasi pertempuran.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini