Sandiaga Ingin Lebih Banyak Jamaah Haji Dunia Gunakan Produk Ekraf Indonesia

Jumat , 02 Dec 2022, 15:58 WIB Redaktur : Ani Nursalikah
Umat Islam membawa air zam-zam usai melaksanakan ibadah Shalat Dzuhur di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, Kamis (27/10/22). Sandiaga Ingin Lebih Banyak Jamaah Haji Dunia Gunakan Produk Ekraf Indonesia
Umat Islam membawa air zam-zam usai melaksanakan ibadah Shalat Dzuhur di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, Kamis (27/10/22). Sandiaga Ingin Lebih Banyak Jamaah Haji Dunia Gunakan Produk Ekraf Indonesia

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan ingin lebih banyak lagi produk ekonomi kreatif Indonesia seperti fesyen dan kuliner digunakan dan dikonsumsi oleh jamaah haji atau umroh.

 

Terkait

"Harapan ini tidak hanya diarahkan untuk jamaah asal Indonesia, tetapi dari seluruh negara di dunia," kata dia saat bertemu dengan Menteri Haji dan Umrah Kerajaan Arab Saudi Tawfiq Fawzan Al Rabiah di sela kegiatan "World Travel and Tourism Council" di Riyadh, Arab Saudi, lewat keterangan resmi, Jumat (2/12/2022).

Baca Juga

Saat ini, Arab Saudi berupaya meningkatkan kunjungan wisatawan dengan target 100 juta per hari yang di antaranya ditopang kegiatan haji dan umroh. Menurut Sandiaga, hal ini menjadi kesempatan bagi produk-produk ekonomi kreatif Indonesia untuk semakin dibutuhkan oleh para wisatawan.

"Oleh karena itu, pertemuan kami ini yang merupakan tindak lanjut dari pertemuan di Jakarta menjadi sangat krusial karena beliau juga menginginkan kemitraan yang komprehensif di mana bukan hanya produk-produk Indonesia di bidang kuliner yang bisa dinikmati oleh jamaah Indonesia, tapi juga bisa ditawarkan sebagai sarana untuk jamaah dari negara-negara lain dan juga produk-produk fesyen yang bisa menjadi produk unggulan," kata Sandiaga.

Ekspor produk ekonomi kreatif Indonesia ditopang oleh subsektor fesyen dengan total lebih dari 66 persen. Dia turut mendorong beberapa produk suvenir yang bisa ditawarkan untuk diekspor ke Arab Saudi dengan konsep kolaborasi, di mana akan ada joint investment guna membuka peluang usaha dan lapangan kerja seluas-luasnya.

"Pertemuan yang sangat strategis ini akan kamitindak lanjut dengan beberapa kegiatan yang mendorong terbukanya peluang pasar dengan target kita meningkatkan ekspor produk ekonomi kreatif hingga di atas 20 persen di 3 sampai 5 tahun ke depan, sehingga akan mencapai target total 30 miliar dolar AS, dan ini menjadi salah satu pencetus dan pemicu terciptanya 700 ribu lapangan kerja baru di sektor ekonomi kreatif di tahun 2022," ungkapnya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini