Selasa 13 Dec 2022 23:05 WIB

3.774 Anak Meninggal dalam Perang Saudara di Yaman

Milisi Houthi secara terbuka merekrut tentara anak.

Rep: Alkhaledi Kurnialam/ Red: Ani Nursalikah
 Anak-anak Yaman berdiri di samping kerabat mereka di sebuah kamp Pengungsi Internal (IDP) di pinggiran Sanaa. 3.774 Anak Meninggal dalam Perang Saudara di Yaman
Foto: EPA-EFE/YAHYA ARHAB
Anak-anak Yaman berdiri di samping kerabat mereka di sebuah kamp Pengungsi Internal (IDP) di pinggiran Sanaa. 3.774 Anak Meninggal dalam Perang Saudara di Yaman

IHRAM.CO.ID, SANA'A -- Badan PBB untuk anak-anak, UNICEF mengatakan ada 3.774 anak tewas dalam perang sipil di Yaman pada periode Maret 2015 hingga September 2022. Data itu dibuka seminggu setelah meluncurkan penggalangan dana global bernilai miliaran dolar.

Menurut statistik terbaru yang diterbitkan oleh UNICEF, 7.245 anak lainnya menjadi cacat dalam konflik tersebut. Organisasi tersebut menyerukan pembaruan gencatan senjata yang mendesak, yang berlangsung dari April hingga awal Oktober dan melihat jeda dalam pertempuran garis depan.

Baca Juga

“Pembaruan gencatan senjata yang mendesak akan menjadi langkah pertama yang positif yang akan memungkinkan akses kemanusiaan yang kritis,” kata Direktur Eksekutif Catherine Russell dilansir dari Arab News, Selasa (13/12/2022).

UNICEF mengatakan sekitar 3.904 anak laki-laki direkrut sebagai tentara anak-anak dari Maret 2015 hingga September 2022. “Jika anak-anak Yaman memiliki kesempatan untuk masa depan yang layak, maka pihak-pihak yang berkonflik, komunitas internasional dan semua orang yang berpengaruh harus memastikan mereka dilindungi dan didukung," kata Russell.

 

Kesepakatan memperpanjang gencatan senjata gagal beberapa jam sebelum tenggat waktu pada 2 Oktober. Houthi telah banyak menggunakan ranjau darat, senjata yang telah menewaskan sedikitnya 74 anak di seluruh Yaman antara Juli dan September tahun ini.

Milisi secara terbuka merekrut tentara anak-anak, banyak di antaranya melalui “kamp musim panas” di mana mereka menyebarkan ideologinya kepada anak laki-laki. Pejabat Houthi mengakui awal tahun ini milisi telah merekrut beberapa anak laki-laki berusia 10 tahun dengan alasan anak laki-laki di usia ini dianggap laki-laki.

UNICEF minggu lalu meluncurkan seruan Aksi Kemanusiaan untuk Anak-Anak senilai 10,3 miliar dolar AS untuk 2023 guna membantu anak-anak yang terkena dampak konflik dan bencana di seluruh dunia. Ini bertujuan mengumpulkan lebih dari Rp 7,5 triliun sepanjang tahun untuk Yaman.

“Ribuan anak telah kehilangan nyawa mereka; ratusan ribu lainnya tetap berisiko kematian akibat penyakit yang dapat dicegah atau kelaparan,” kata Russell.

UNICEF mencatat lebih dari 17,8 juta warga Yaman tidak memiliki akses ke air bersih, sanitasi, dan layanan kebersihan. Ini membuat sekitar 10 juta anak tanpa akses yang memadai untuk perawatan.

PBB dan para mitranya awal bulan ini meminta dana bantuan sebesar Rp 800 triliun untuk tahun 2023, meningkat 25 persen dari 2022 dan lebih dari lima kali jumlah yang diminta satu dekade lalu. Badan PBB tersebut juga memperkirakan sekitar 2,2 juta anak di Yaman kurang gizi akut. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement