Sabtu 27 May 2023 12:15 WIB

Makan Teratur dan Tepat Waktu Bantu Jaga Kesehatan Jamaah Haji

Dokter menyarankan jamaah haji makan selagi hangat dan habiskan.

Rep: Agung Sasongko/ Red: Ani Nursalikah
Petugas layanan konsumsi Daker Madinah melaksanakan pemeriksaan sampel katering jamaah haji Indonesia. Seperti diketahui, jamaah Indonesia mendapat jatah makan tiga kali sehari. Makan Teratur dan Tepat Waktu Bantu Jaga Kesehatan Jamaah Haji
Foto: Agung Sasongko/Republika
Petugas layanan konsumsi Daker Madinah melaksanakan pemeriksaan sampel katering jamaah haji Indonesia. Seperti diketahui, jamaah Indonesia mendapat jatah makan tiga kali sehari. Makan Teratur dan Tepat Waktu Bantu Jaga Kesehatan Jamaah Haji

REPUBLIKA.CO.ID, Laporan Jurnalis Republika.co.id Agung Sasongko dari Madinah, Arab Saudi

MADINAH -- Faktor kecukupan gizi dan pola makan yang baik merupakan salah satu upaya meningkatkan, menjaga, dan mempertahankan status kesehatan jamaah haji. 

Baca Juga

Kasi Kesehatan Daerah Kerja (Daker) Madinah dokter Alfarizi menjelaskan, pola makan yang baik bisa membantu menjaga kesehatan jamaah haji. "Mengikuti jadwal makan yang telah ditentukan oleh layanan konsumsi salah satunya untuk menjaga pola makan yang baik," kata dia, Sabtu (27/5/2023).

Menurutnya, dari hasil pengecekan yang dilakukan tim kesehatan diketahui asupan gizi pada katering mulai dari penyajian, pengolahan, penyimpanan hingga didistribuskan pada setiap sektor sudah baik.

 

Ia pun menyarankan selagi hangat segera makan dan habiskan dari menu yang telah disajikan dari penyedia layanan konsumsi atau katering. Diharapkan jamaah haji tidak tergesa-gesa dalam menikmati sajiannya, Dengan demikian makanan dapat dikunyah, dicerna dan diserap oleh tubuh dengan  baik.

"Semua makanan telah memenuhi syarat kesehatan," kata dia.

Selain itu, jamaah diharapkan tidak menunda-nunda makan makanan yang telah disajikan terutama jamaah haji yang memiliki masalah saluran cerna dan penderita diabetes mellitus.

Selain makan utama yang didapatkan dari layanan konsumsi, jamaah haji bisa mengonsumsi tambahan snack, misal biscuit atau kurma dengan jadwal di tengah-tengah waktu makan utama antara waktu makan pagi-siang, waktu makan siang-malam, dan snack malam hari. 

Ketika jamaah haji berada di luar hotel bisa membawa snack tersebut ke dalam tasnya masing-masing. "Cukupi kebutuhan cairan tubuh agar terhindar dari dehidrasi. Cuaca siang hari yang panas dan aktivitas fisik yang banyak tentunya membutuhkan asupan cairan yang cukup," ujarnya.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement