Selasa 20 Jun 2023 15:17 WIB

Jamaah Haji Nigeria Khawatir Gagal Berangkat Akibat Penutupan Wilayah Udara Saudi

Sejumlah jamaah haji Nigeria masih terdampar di bandara Lagos.

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Ani Nursalikah
ilustrasi Jamaah Haji Nigeria
Foto: EPA-EFE/MIKE NELSON
ilustrasi Jamaah Haji Nigeria

REPUBLIKA.CO.ID, LAGOS -- Otoritas Penerbangan Udara Saudi (GACA) telah menetapkan akan menutup jalur udaranya dalam tiga hari ke depan. Akibat keputusan ini, ribuan calon peziarah dari Nigeria yang masih terdampar di bandara Lagos terancam gagal berangkat.

Berdasarkan pantauan pada Ahad (18/6/2023), terlihat jamaah yang berangkat melalui operator haji dan umroh berlisensi terdampar di berbagai bandara di seluruh negeri. Beberapa jamaah bahkan telah melewatkan malam di bandara Lagos, karena halangan penerbangan.

Baca Juga

Penundaan penerbangan yang dilakukan oleh maskapai Arik Air disebut berdampak pada sejumlah jamaah. Maskapai lantas mengumumkan mereka akan menerbangkan para peziarah pada Senin (19/6/2023).

“Ini bukan pertama kalinya saya berangkat haji, tapi tahun ini berbeda. Saya sudah di sini sejak Selasa (13/6/2023) dan masih belum tahu kapan saya akan diterbangkan, ini sangat tidak adil. Saya tidak akan percaya jika saya diberitahu bahwa saya masih berada di Nigeria saat ini,” kata seorang peziarah bernama Alhaja Bilikisu, dikutip di The Punch, Selasa (20/6/2023).

 

Peziarah lain yang dirugikan, Musa Dakoko, turut menyampaikan kekecewaannya. Ia menyebut komunikasi sederhana perihal perubahan rencana penerbangan dapat membantu hidup banyak orang,

"Saya selalu bermimpi pergi haji, tapi orang-orang ini ingin membunuh mimpi itu untuk saya tahun ini. Saya merasa sangat sedih dan frustrasi,” ucap dia.

Maskapai Arik Air sejauh ini baru menerbangkan 300 dari sekitar 7.000 jamaah yang dialokasikan oleh Komisi Haji Nasional Nigeria (NAHCON). Maskapai ini pun berjanji untuk melanjutkan pengangkutan dalam waktu dekat.

Dari sekitar 73.000 jamaah yang terdaftar di berbagai dewan kesejahteraan jamaah negara bagian, sekitar 62.000 telah diterbangkan pada saat laporan ini dibuat. Karena itu, sekitar 10.000 jamaah lainnya masih tersisa di Nigeria.

Presiden Nasional Asosiasi Penyelenggara Haji dan Umroh Nigeria, Nasidi Yahaya, mengatakan semua pihak siap mengangkut semua jamaah haji sebelum penutupan wilayah udara Saudi.

“Kami masih mendorong maskapai. Ada kesepakatan dengan Max Air untuk melakukan penerbangan bagi jamaah-jamaah ini. Mudah-mudahan besok kami akan memulai penerbangan dengan pesawat yang lebih besar. Kami mengunjungi Max Air malam ini dan mereka mengatakan telah mengajukan slot untuk segera dimulai," kata dia.

Tidak hanya itu, ia juga menyebut baik GACA, Otoritas Penerbangan Sipil Nigeria, Komisi Haji dan pihaknya berdiri bersama untuk mengatasi masalah ini. Ia meminta jamaah tidak merasa khawatir.

Mahkamah Agung Arab Saudi mengumumkan Senin (19/6/2023) akan menandai hari pertama Dzulhijjah, setelah melihat bulan sabit baru di Kerajaan. “Hari Arafah jatuh pada Selasa, 27 Juni, sedangkan Rabu, 28 Juni, akan menjadi hari pertama Idul Adha,” kata pengadilan tinggi Arab Saudi dalam pernyataan itu.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement