Selasa 05 Sep 2023 11:49 WIB

Alhamdulillah Meski Cuaca Ekstrem, Umroh Bersama Balita Tetap Bugar

Umroh bersama balita perlu persiapan lebih banyak.

Rep: Ratna Ajeng Tejomukti/ Red: Erdy Nasrul
Kapten Eka Yodya membawa istri dan membawa balita menunaikan umroh di tengah cuaca ekstrem.
Foto: Dok. Pribadi
Kapten Eka Yodya membawa istri dan membawa balita menunaikan umroh di tengah cuaca ekstrem.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Teriknya matahari tak membuat seorang kapten yang bertugas di Kapal Migas Singapura ini untuk tawaf berkeliling Ka'bah. Dia pun tak seorang diri untuk memenuhi panggilan Allah SWT.

Sejak (12/8/2023), Kapten Eka Yodya P (37 tahun) bersama istri dan ketiga anaknya menunaikan ibadah umroh selama 10 hari. Melalui jasa Aura Travel, Kapten Eka memilih program umroh 16 hari.

Baca Juga

Kapten Eka berasal dari Bangkalan, Jawa Timur telah mempersiapkan diri bersama anggota keluarganya untuk berangkat umroh  sesuai bimbingan travel. Melalui jasa travel Kapten Eka mendapat bimbingan manasik sebanyak tiga kali.

"Ini kali pertama saya berangkat umroh, dan saya langsung membawa istri dan ketiga anak saya yang berusia sembilan tahun, 5 tahun dan dua tahun,"ujar dia kepada Republika, Senin (3/9/2023).

Bagi Kapten Eka yang membawa anak balita memang perlu persiapan lebih banyak. Apalagi dengan perubahan cuaca yang ekstrem di Saudi seperti saat ini. 

Sebelum berangkat perbekalan yang penting adalah kebutuhan anak-anak. Meski panas, pakaian yang dibawanya lebih banyak karena  membawa anak-anak.

Selain itu vitamin dan obat-obatan merupakan perbekalan paling penting. Beberapa vitamin sepeti vitamin C dan B kompleks  juga obat pereda demam dan flu tak luput dari tasnya.

"Istri saya menyiapkan kebutuhan anak-anak termasuk vitamin, setelah makan anggota keluarga selalu minum vitamin dan perbanyak konsumsi air putih,"ujar dia.

Kapten Eka juga diingatkan untuk  mengkonsumsi air zam-zam suhu normal. Karena di Masjidil Haram tersedia air zam-zam yang lebih dingin. 

Menurut Kapten Eka, banyak jamaah yang jatuh sakit karena merasa panas dan haus lalu cepat-cepat minum air zam-zam dingin. Selain itu juga meski pihak travel telah menyediakan konsumsi tetapi hindari makanan pedas.

"Kami membawa makanan yang cocok untuk anak-anak, sehingga anak- anak lahap makan dan nutrisinya terjaga,"ujar dia.

Bersyukur travel mereka memiliki pegawai WNI yang bekerja atau sekolah di Saudi. Sehingga masakan yang dimasak adalah cita rasa Indonesia.

Menurut kapten Eka, untuk satu atau dua hari menikmati makanan khas Timur Tengah tidak masalah. Tetapi jika sudah lebih dari tiga hari maka makanan Indonesia akan menjadi pilihan utama. 

Kapten Eka pun memilih menggunakan jasa travel karena ini perjalanan pertamanya umroh dan bersama anak-anak. Beberapa kali dia bertemu jamaah mandiri namun dengan kondisi cuaca ekstrem saat ini bukanlah pilihan yang tepat.

"Ketika bersama anak-anak kami lebih mudah menggunakan travel, karena penginapan dan semua akomodasi tersedia, berbeda dengan umroh mandiri yang saya temui, mereka terkadang agak lama untuk bisa mendapat penginapan dan terpaksa berpanas-panasan,"ujar dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement