Jumat 09 Dec 2016 20:20 WIB

Asrama Haji Sumsel Miliki Replika Ka'bah dan Lintasan Sai

Rep: Maspril Aries/ Red: Damanhuri Zuhri
Replika Kabah dengan ukuran sebenarnya yang sudah selesai pembangunannya dan bisa digunakan calon jamaah haji atau umrah untuk melakukan manasik tawaf sebanyak tujuh kali mengelilingi Kabah.
Foto: Republika/Maspril Aries
Replika Kabah dengan ukuran sebenarnya yang sudah selesai pembangunannya dan bisa digunakan calon jamaah haji atau umrah untuk melakukan manasik tawaf sebanyak tujuh kali mengelilingi Kabah.

REPUBLIKA.CO.ID,  PALEMBANG -– Asrama haji Sumatera Selatan segera memiliki replika Kabah dan lintasan sai bagi calon jamaah haji dan umrah yang akan berangkat melalui embarkasi Palembang dari bandar udara internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II. 

Pembangunan replika Kabah untuk tawaf dibangun dengan ukuran yang sama dengan Kabah yang ada di Masjidil Haram. Juga lintasan sai antara bukit Safa dan Marwa sepanjang 450 meter juga dibangun mirip dengan bentuk seperti yang ada di komplek Masjidil Haram. Tak jauh dari dua bangunan tersebut juga dibangun replika tempat melontar jumrah Aqabah, Ula dan Wustha.

Peletakan batu pertama pembabgunan replika Kabah dilakukan Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin, 17 Mei 2014 dan menjelang akhir 2016 pembangunan lintasan sai dan tempat melempar jumrah segera selesai.

Menurut Alex Noerdin, dengan selesainya pembangunan tersebut, Asrama Haji Sumsel atau embarkasi Palembang merupakan asrama haji yang memiliki fasilitas terlengkap bagi calon jamaah haji dan umrah. Selain tiga bangunan tersebut, Asrama Haji Sumsel sudah lebih dulu memiliki mock up pesawat jenis Airbus 320.

Replika Kabah dengan ukuran sebenarnya yang sudah selesai pembangunannya dan bisa digunakan calon jamaah haji atau umrah untuk melakukan manasik tawaf sebanyak tujuh kali mengelilingi Kabah.

Lintasan sai dengan ukuran sebenarnya sepanjang 450 meter kini tengah dalam penyelesaian pembangunan. Suasana lintasan sai dibangun seperti bentuk sebenarnya dan dengan interior menyerupai seperti yang ada di komplek Masjidil Haram. Para pekerja sedang menyelesaikan pembangunannya yang diharapkan pada akhir 2016 sudah selesai pembangunannya.

Tak jauh dari dua bangunan replika Kabah dan lintasan sai juga dibangun replika tempat melontar jumrah Aqabah, Ula dan Wustha. Pekerja sedang menyelesaikan pembangunan tempat melompar jumrah.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Apakah internet dan teknologi digital membantu Kamu dalam menjalankan bisnis UMKM?

  • Ya, Sangat Membantu.
  • Ya, Cukup Membantu
  • Tidak
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
كَانَ النَّاسُ اُمَّةً وَّاحِدَةً ۗ فَبَعَثَ اللّٰهُ النَّبِيّٖنَ مُبَشِّرِيْنَ وَمُنْذِرِيْنَ ۖ وَاَنْزَلَ مَعَهُمُ الْكِتٰبَ بِالْحَقِّ لِيَحْكُمَ بَيْنَ النَّاسِ فِيْمَا اخْتَلَفُوْا فِيْهِ ۗ وَمَا اخْتَلَفَ فِيْهِ اِلَّا الَّذِيْنَ اُوْتُوْهُ مِنْۢ بَعْدِ مَا جَاۤءَتْهُمُ الْبَيِّنٰتُ بَغْيًا ۢ بَيْنَهُمْ ۚ فَهَدَى اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لِمَا اخْتَلَفُوْا فِيْهِ مِنَ الْحَقِّ بِاِذْنِهٖ ۗ وَاللّٰهُ يَهْدِيْ مَنْ يَّشَاۤءُ اِلٰى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيْمٍ
Manusia itu (dahulunya) satu umat. Lalu Allah mengutus para nabi (untuk) menyampaikan kabar gembira dan peringatan. Dan diturunkan-Nya bersama mereka Kitab yang mengandung kebenaran, untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan. Dan yang berselisih hanyalah orang-orang yang telah diberi (Kitab), setelah bukti-bukti yang nyata sampai kepada mereka, karena kedengkian di antara mereka sendiri. Maka dengan kehendak-Nya, Allah memberi petunjuk kepada mereka yang beriman tentang kebenaran yang mereka perselisihkan. Allah memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki ke jalan yang lurus.

(QS. Al-Baqarah ayat 213)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement
Advertisement