IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama berencana mendesain pola bimbingan manasik haji berbasis bimbel. Langkah ini guna menjawab tantangan problematika dan dinamika perhajian di Indonesia.
Dirjen PHU Nizar Ali mengatakan pembahasan manasik haji akan dibahas melalui kegiatan bahtsul masail. Kegiatan tersebut dapat menghasilkan rumusan strategis dan jawaban berbagai persoalan perhajian dan umrah masa kini.
"Ini sekaligus menyambung tali silaturahim antara generasi pendahulu dengan generasi sekarang yang mungkin saja tidak begitu memahami filosofi perhajian yang sebenarnya, sekaligus dapat menjawab tantangan problematika dan dinamika perhajian akhir-akhir ini," ujarnya dalam keterangan tulis yang diterima Republika.co.id, Jakarta, Rabu (21/3).

Pada kesempatan sama, Direktur Bina Haji Khoirizi menambahkan bahtsul masail antara lain akan membahas dinamika pembacaan doa manasik haji dan umrah, selain doa-doa yang sudah ma'tsur (berdasarkan riwayat).
"Pada hari kedua, kami akan membahas desain dan pola bimbingan manasik berbasis bimbel. Kami juga akan membahas sistem silabus dan kurikulum bimbingan manasik Kementeriaan Agama dan kelompok bimbingan," ujarnya.
Selain Dirjen PHU Nizar Ali, sejumlah narasumber pada bahtsul masail ini adalah Ahmad Kartono (mantan Direktur Bina Haji), Asrorun Ni'am Sholeh (Komisi Fatwa MUI), Ali Rohmad (Karo Perencanaan), serta Aceng Fatrurahman dan Khoirizi H Dasi.