Senin 27 Jan 2020 18:27 WIB

Petugas Imigrasi Kepri Jemput Bola Urus Paspor Jamaah Haji

Calon jamaah haji Kepri tak perlu lagi mengurus paspor di Kantor Imigrasi.

Petugas Imigrasi Kepri Jemput Bola Urus Paspor Jamaah Haji. Petugas merapikan paspor milik jamaah calon haji.
Foto: Antara/Feny Selly
Petugas Imigrasi Kepri Jemput Bola Urus Paspor Jamaah Haji. Petugas merapikan paspor milik jamaah calon haji.

IHRAM.CO.ID, TANJUNGPINANG -- Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Kepulauan Riau siap jemput bola untuk pengurusan paspor bagi calon jamaah haji di daerah itu. Kepala Kanwil Kemenkumham Kepri Agus Widjaja menyatakan pelayanan tersebut merupakan sebuah inovasi yang dibuat dalam rangka peringatan Hari Bhakti Imigrasi ke-70.

"Kami akan bersinergi dengan Kanwil Kemenag Kepri untuk menyukseskan program tersebut. Insya Allah, 2020 ini sudah mulai berjalan," kata Agus usai upacara Hari Bhakti Imigrasi ke-70 di Kantor Kanwil Kemenkumham Kepri, Senggarang, Tanjungpinang, Senin (27/1).

Baca Juga

Dengan pelayanan jemput bola ini, calon jamaah haji ke depan tak perlu lagi mengurus paspor di Kantor Imigrasi. Petugas akan mendatangi jamaah yang telah ditentukan dan difasilitasi oleh Kemenag.

Layanan tersebut akan dilaksanakan pada hari libur (Sabtu-Ahad) sehingga tak sampai mengganggu waktu pelayanan di Kantor Imigrasi. "Kami hanya ingin memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat yang telah ditetapkan Kemenag berangkat ke Tanah Suci, Makkah," ujar Agus.

Masih rangkaian Hari Bhakti Imigrasi ke 70, kantor imigrasi turut melayani pembuatan Paspor Simpatik selama kurang lebih satu bulan. Pelayanan Paspor Simpatik dilaksanakan saat hari libur (Sabtu-Ahad) di Kantor Imigrasi wilayah Kanwil Kemenkumham Kepri.

"Ini wujud komitmen kami memberikan pelayanan prima kepada masyarakat di luar jam kerja," katanya.

Ia menyampaikan pada usia ke-70 ini, Imigrasi terus meningkatkan kualitas SDM unggul di bidang teknologi agar pelayanan publik semakin cepat dan mudah. Agus berharap masyarakat juga dapat bersinergi dengan keunggulan pelayanan berbasis teknologi tersebut demi terwujud pelayanan yang optimal.

"Kalau Imigrasi punya teknologi tinggi, masyarakat pun harus mampu mengimbangi. Jika tidak, maka akan timbul kendala dalam pelayanan tersebut," ujarnya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement