REPUBLIKA.CO.ID, PONDOK GEDE -- Virus Corona (H7N9) yang marak mewabah di Arab Saudi menuntut kehati-hatian para jamaah haji. Kendati sudah menelan korban jiwa, virus tersebut tidak perlu ditakutkan betul.
Tenaga Medis Haji dari Kementrian Kesehatan, Dokter Cecep mengatakan hingga saat ini memang belum ada warga Indonesia yang dilaporkan meninggal. Baru ada satu orang warga Saudi yang meninggal. Namun untuk penyebarannya, jamaah haji asal Indonesia tetap diminta waspada.
Gejala dari virus ini adalah batuk, demam, dan sesak nafas. Cara penularannya bisa melalui udara dari orang per orang. Jadi, ia memesankan, Corona virus hingga saat ini belum ditemukan obatnya. Hal ini perlu diwaspadai oleh jamaah haji.
"Jika ada jamaah haji yang menderita sesak nafas, segera lapor petugas kesehatan haji. Jangan diumpetin sakitnya," jelas Cecep dalam acara Dialog Haji yang bertemakan "Haji yang aman, nyaman, dan sehat, bisakah?" Selasa (10/9).
Untuk pencegahannya, jamaah haji diimbau untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Dengan imunitas yang tinggi, penyakit bisa dicegah. Demikian juga dengan tindakan cuci tangan dengan sabun dan memakai masker. Kendati masker belum benar-benar mencegah, namun bisa melembabkan saluran pernafasan dan mencegah bakteri subur di tenggorakan.
Untuk meningkatkan daya tahan tubuh, jamaah haji diharapkan bisa mengatur waktu ibadah dan istirahat yang cukup. "Kalau bisa ditambah dengan meminum elektrolit karena kondisi cuaca sangat ekstrim dibanding Indonesia," tambahnya.
Dirjen Haji, Anggito Abimanyu mengatakan jumlah terjangkit virus tersebut sangat terbatas. Hingga saat ini, korban yang terjangkit hanya 49 orang dengan 50 persen orang meninggal. Virus tersebut tidak menyebar, namun ketika terkena bisa mematikan. "Dia tidak menyebar, tapi begitu terkena langsung game over," jelas Anggito.
Penyebaran virus ini tergolong lambat. Tempatnya, di Eropa dan di Asia utara. Tidak sampai ke Madinah dan Makkah. "Memang kemarin ada laporan satu orang yang terkena di Madinah. Namun itu belum bisa dibuktikan," ujarnya.
"Kita tidak ingin mensosialisasikan ini secara berlebihan. Karena informasinya juga sangat terbatas," tambahnya.
Mentri Agama RI Suryadharma Ali dalam kesempatan berbeda mengatakan, penyebaran Corona Virus tidak perlu di khawatirkan. "Saya minta jamaah haji dan keluarga di Tanah Air tidak perlu khawatir soal virus itu. Yang terpenting, jamaah haji bisa menjaga kesehatan agar selalu bugar," jelasnya dalam pelepasan kloter pertama nasional Jamaah Haji ke Tanah Suci, Selasa (10/9).




