Selasa 24 Sep 2013 16:49 WIB

Calhaj Indonesia Susah Dilarang Merokok

Rep: Hannan Putra/ Red: A.Syalaby Ichsan
Rokok elektronik
Foto: Reuters
Rokok elektronik

REPUBLIKA.CO.ID, PONDOK GEDE - Penyitaan ratusan kotak rokok dari koper salah seorang jamaah asal Lampung menunjukkan sulitnya membuat para jamaah menghentikan kebiasaan merokok.

Meskipun bukan barang 'haram', rokok dinilai dapat memperburuk keadaan jamaah selama berada di Tanah Suci.  Dari pantauan Republika di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, banyak sekali calon haji (calhaj) yang masih merokok. Seperti di gedung E dan D-1, ruang lobi dipenuhi asap rokok dari semburan mulut para calhaj.

"Saya sebenarnya sudah bertekad berhenti merokok waktu berangkat haji. Tapi, sampai di sini teman-teman sekloter merokok semua," kisah salah seorang calhaj, Prawinto Aji. kepada Republika, beberapa waktu lalu.

Akhirnya, ia pun tergoda untuk melanggar janjinya meskipun mengurangi jumlah rokok yang biasa diisapnya, dari sebungkus per hari menjadi sebungkus untuk dua atau empat hari.

Demikian juga dengan Abu Bakar, rekan Aji. Ia juga sudah berjanji untuk berhenti merokok selama menunaikan haji. Ia pun sudah mempersiapkan diri untuk tidak membawa rokok dari Indonesia. 

"Katanya di Arab Saudi nanti rokok ini tidak dijual. Jadi, dengan sendirinya saya akan berhenti merokok," ujarnya sembari menunjuk bungkus rokok yang biasa dibelinya. Kendati demikian, Abu Bakar tidak menjamin selepas haji ia akan berhenti merokok. Mungkin saja ia kembali menjadi perokok sebagaimana sediakala. 

Kepala Bidang Pengendalian Risiko Lingkungan AHPG, Sutjipto, mengatakan, bukan hal yang mudah untuk membuat para jamaah berhenti merokok ataupun membawa rokok ke Tanah Suci. Pihaknya telah berkali-kali mengingatkan, tapi jamaah tidak pernah jera. 

Terlepas dari hukum rokok makruh atau haram, untuk jamaah haji sendiri memang disarankan untuk tidak merokok. Ibadah haji yang menuntut kondisi fisik bugar dan sehat tentu seyogianya dipelihara oleh jamaah haji. Salah satunya dengan tidak memasukkan racun seperti asap rokok ke dalam tubuh. 

Cuaca Arab Saudi yang ekstrim, seperti udara kering dan berdebu, membuat jamaah rentan terkena gangguan pernapasan. Rata-rata, gangguan kesehatan jamaah haji tak terlepas dari saluran pernapasan seperti batuk, asma, dan flu. Kendati sudah memakai masker, nyatanya masih banyak jamaah haji yang menderita gangguan pernapasan, apalagi ditambah dengan merokok.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement