Rabu 16 Oct 2013 22:38 WIB

Jamaah Gelar Tikar di Jalan Demi Dapat Giliran Lontar Jumrah

Rep: Yeyen Rostiyani/ Red: Citra Listya Rini
Jamaah haji dari berbagai negara tengah mabit dan menunggu waktu melontar jumrah di Mina, Sabtu (27/10).
Foto: Heri Ruslan/Republika
Jamaah haji dari berbagai negara tengah mabit dan menunggu waktu melontar jumrah di Mina, Sabtu (27/10).

REPUBLIKA.CO.ID, MINA -- Lokasi pelemparan jumrah di Jamarat terlihat dipadati jamaah haji pada Rabu (16/10) sekitar pukul 17.00 waktu Arab Saudi. Sementara tepi jalan raya yang tak lagi bisa dilewati kendaraan umum, juga dipenuhi jamaah haji yang bermalam bermodalkan tikar. 

"Tadi saya melempar jumrah di lantai satu, setelah shalat Dzuhur. Rasanya belum sepadat ini. Kalau sekarang mah seperti lautan manusia," kata Suryati (40 tahun), yang sudah 12 tahun bermukim di Arab Saudi.

Suryati dan suaminya, Zaelani, memilih menginap di tepi jalan bermodalkan tikar. Keduanya menanti jadwal bermalam di Mina, untuk kemudian melempar jumrah pada hari ketiga. 

"Sebenarnya capek, menginap di jalan seperti ini. Kadang diminta pergi oleh polisi," kata Suryati.

Tapi, mereka memanfaatkan peluang berhaji dengan biaya yang jauh lebih murah dengan cara backpacker seperti ini. Namun, Suryati dan Zaelani tak hanya orang Indonesia yang memilih berhaji bermodakan tikar. 

Selain orang Indonesia, wajah-wajah Asia Selatan banyak terlihat di jalanan. Tak hanya di jalan, mereka juga memenuhi tempat-tempat kosong di lokasi pelemparan jumroh. 

Bahkan, tenda-tenda didirikan taman-taman dan lokasi pembatas jalan raya. Saat melemparkan pandang ke aras bukit-bukit batu, mereka memanfaatkannya untuk bermalam selama musim haji. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement