Ahad 20 Oct 2013 11:11 WIB

Masjid Nabawi Dipenuhi Jamaah Ilegal

Rep: Rosita Budi Suryaningsih/ Red: Heri Ruslan
Masjid Nabawi di Madinah, Arab Saudi.
Foto: wayfaring.info
Masjid Nabawi di Madinah, Arab Saudi.

REPUBLIKA.CO.ID,  MADINAH – Di sudut-sudut Kota Madinah banyak terlihat jamaah haji yang tidur di sembarang tempat. Mereka ini adalah para jamaah ilegal, yang tidak terdata secara resmi dalam kuota haji Pemerintah Arab Saudi.

Laman Saudigazeete memperlihatkan sebuah foto dimana banyak para jamaah haji yang tidur di teras Masjid Nabawi di Madinah. Orang-orang ini terlihat sangat lelah setelah menunaikan semua rukun haji. Karena mereka tidak mendapatkan akomodasi, mereka pun memanfaatkan tempat publik untuk beristirahat.

Meski dalam tahun ini tercatat terjadi penurunan jumlah jamaah haji ilegal, namun ternyata fenomena banyaknya jamaah yang tidur sembarangan masih terlihat. Kebanyakan jamaah haji ilegal ini adalah penduduk Arab Saudi sendiri, yang tinggal jauh dari Kota Madinah, dan tidak menyiapkan akomodasi selama dirinya menunaikan rukun-rukun haji.

Setiap harinya, jamaah ilegal ini memanfaatkan tempat publik untuk beristirahat. Tempat yang paling menjadi favorit adalah masjid Nabawi, karena banyak ruang luas yang kosong disana.

Jamaah-jamaah ilegal ini datang ke Madinah lebih dulu dibandingkan jamaah lain yang termasuk dalam kuota. Mereka pun kemudian mencari tempat sendiri untuk beristirahat di sudut-sudut Masjid Nabawi. Spot yang paling menjadi incaran mereka adalah tempat yang dekat dengan colokan listrik, agar mudah kala ingin mengisi ulang baterai ponsel mereka.

Sebenarnya pemerintah Arab Saudi sendiri telah melarang adanya jamaah ilegal seperti ini. Apalagi mereka terlihat mengerumun di tempat publik dan sering menganggu kenyamanan jamaah lainnya.

Kepala Kementerian Haji di Madinah, Mohammad Al - Beejawi, mengatakan masalah dengan jamaah haji ilegal ini bukan merupakan tanggung jawab dari kementerian. Mayoritas jamaah ilegal ini adalah jamaah dalam negeri yang belum mendapatkan  akomodasi.

“Jika mereka dari luar negeri, itu tidak mungkin, karena semua jamaah dari luar negeri telah membayar akomodasi,” katanya, Ahad (20/10).

Untuk menemukan solusi dari masalah jamaah ilegal ini, menurutnya, pihaknya perlu melakukan koordinasi lebih lanjut dengan pihak berwenang lainnya terlebih dahulu.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement