REPUBLIKA.CO.ID, AMBON – Dinas kesehatan (Dinkes) Maluku mengimbau para jamaah calon haji (calhaj) asal daerah ini untuk tidak takut di Tanah Suci terkait mewabahnya virus mematikan Ebola di Benua Afrika.
"Virus itu belum masuk ke Arab Saudi. Dan untuk menunaikan ibadah haji, pemerintah setempat telah mengoperasikan peralatan canggih yang mendetektsi kemungkinan adanya virus Ebola tersebut sehingga Calhaj jangan takut menunaikan rukun Islam kelima," kata Kepala Dinkes Maluku, Ike Pontoh, Senin (25/8).
Apalagi, virus Ebola ternyata belum tertular di Indonesia sehingga calhaj tak perlu khawatir dan diharapkan tenang ketika menunaikan ibadah haji. “Begitu pun, tidak ada penerbangan internasional langsung dari Indonesia ke benua Afrika yang memungkinkan bisa tertular virus penyakit tersebut,” kata Ike seperti dilansir Antara.
"Jadi, melalui koordinasi dengan Kementerian serta Kanwil Agama Maluku, kegiatan manasik haji dimanfaatkan untuk menyosialisasikan virus Ebola sehingga sejak dini bisa mengantisipasinya, sekaligus meyakinkan calhaj agar jangan ragu ke Tanah Suci," tegas Ike.
Terpenting, menurut dia, para calhaj yang hendaknya ke Tanah Suci hendaknya mempersiapkan kondisi kesehatan secara prima dengan menerapkan hidup sehat, bersih dan mengonsumsi makan bergizi.
"Perlu adanya kekebalan tubuh yang meningkat agar tidak mudah terserang virus penyakit, baik saat menunaikan ibadah haji maupun kembali ke Tanah Air," ujar Ike.
Para Calhaj juga dianjurkan agar menjalankan prosedur pencegahan secara pribadi selama di Makkah, yakni sering mencuci tangan terutama ketika hendak makan atau minum, selalu memakai masker, mengonsumsi makanan yang sehat dan cukup.




