REPUBLIKA.CO.ID,MEKKAH--Transportasi untuk mengangkut jamaah dari tempat menginap sampai ke lokasi terdekat di Masjidil Haram, Mekkah diklaim sudah siap beroperasi 24 jam.
"Sangat siap," kata , kata Konjen RI Jeddah Darma Kirti Syailendra, Kamis (4/9).
Ia memastikan itu setelah melakukan simulasi transportasi bus bagi jamaah haji atau yang dikenal sebagai bus shalawat. Transportasi menjadi hal yang sangat penting di musim haji kali ini karena jarak penginapan jamaah haji Indonesia makin menjauh hingga 4 kilometer.
Jamaah haji sendiri baru akan masuk ke Mekkah pada 10 September. Saat ini jamaah haji gelombang pertama yang datang ditempatkan dulu di Madinah untuk melakukan ibadah sunnah Arbain berupa sholat sebanyak 40 waktu.
Jumlah petugas transportasi yang disiapkan kali ini mencapai 164 orang. Namun Darma meminta agar ada petugas dari Indonesia di bus yang disupiri oleh warga setempat, bukan orang Indonesia.
Menurut Kasi Transportasi Daerah Kerja Mekkah Suhendro Wagiona Irsyad, bus shalawat tersebut akan beroperasi selama 24 jam sehingga jamaah bisa setiap saat melakukan ibadah ke Masjidil Haram.
Saat simulasi yang juga diikuti oleh Kepala Daerah Kerja Makkah Endang Jumali, dan petugas transportasi dilakukan simulasi di beberapa rute.
“Jumlahnya mencapai 12 rute dan setiap setiap bus yang melewati rute tertentu diberi stiker berupa nomor dan warna tertentu sehingga diharapkan jamaah haji tidak kesasar,” papar Suhendro.




