REPUBLIKA.CO.ID, JEDAH -- Polwan Arab yang membantu jamaah haji, Thamra al - Shehri, pernah mendapatkan laporan kasus kehilangan perempuan.
Pihaknya langsung mengerahkan petugas untuk menyisir Masjid Nabawi. Tim kemudian menemukan orang tersebut yang bersembunyi didalam area masjid.
Selain memastikan keamanan di dalam masjid, mereka juga harus memastikan tidak ada hal yang membahayakan pengunjung perempuan lainnya.
Setiap barang jamaah yang hilang dan ditemukan di lantai masjid diserahkan ke kantor polwan.
"Jika dalam waktu satu bulan pemiliknya tidak ditemukan, maka barang akan dikirim ke markas komando pengamanan, Mereka akan menujal barang temuan tersebut dan uangnya diberikan kepada orang miskin,” ungkap Thamra, kepada al-Arabiya.
Dia harus bisa memastikan situasi aman dan terkendali. Situasi ini dibutuhkan jamaah haji agar dapat beribadah dengan tenang.
Komandan pasukan keamanan, Brigadir Jenderal Muhammad Al-Ahmadi mengatakan, di Masjid Nabawi saat ini ada 30 polisi wanita yang bertanggung jawab untuk keamanan bagian perempuan.
Mereka juga seringkali bertugas mencari dan menemukan gadis (yang melarikan diri dari keluarganya) yang berlindung di dalam Masjid Nabawi. “Mereka harus selalu siaga.”




