REPUBLIKA.CO.ID, JEDAH -- Bagi yang melaksanakan jamaah haji, maka akan menemui jajaran polwan Arab Saudi yang berjaga – jaga di area pelaksanaan rukun Islam kelima ini. Ada yang di Masjid al – Haram dan Nabawi.
Tugas mereka antara lain menolong orang tua renta dan sakit. Jika ada pencopet, maka polwan akan langsung bertindak tegas melumpuhkannya.
Kalau ada jamaah haji bertengkar, maka mereka akan melerai. Terkadang, mereka juga menjadi pemandu wisata mengarahkan kemana jamah haji harus melangkahkan kaki.
Tugas ini tidaklah mudah. Mereka juga harus menuntut kearifan dan kesabaran.
Kepala kantor polisi perempuan di Masjid Nabawi, Thamra Al-Shehri, kepada al-arabiya menceritakan kesulitan terbesar polisi wanita di Masjid Nabawi adalah berurusan dengan pengunjung perempuan yang menderita masalah mental.
Mereka bisa berteriak – teriak menimbulkan kegaduhan. Pihaknya harus mampu menenangkannya agar suasana peribadatan tetap tenang.
Thamra Al-Shehri juga mengatakan berurusan dengan orang seperti itu membutuhkan banyak kearifan dan kesabaran.
“Setelah kami berhasil mengendalikan mereka, kita menyerahkannya kepada petugas yang bersangkutan untuk membawa mereka pulang,” kata kapolwan Masjid Nabawi ini.




