REPUBLIKA.CO.ID,JEDDAH--Pemondokan jamaah haji Indonesia di Jeddah (hotel transito), Arab Saudi siap melayani jamaah. Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Indonesia (PPIH) di Arab Saudi sudah melakukan pra kontrak dengan sejumlah pemilik pemondokan tersebut.
Dirjen Penyelenggara Ibadah Haji dan Umrah (PHU) Kemenag RI, Abdul Djamil sempat meninjau lima dari enam pemondokan (hotel transito) di Jeddah, Ahad (21/9) siang. "Tinggal menyelesaikan proses administrasi hotel transito ini," ujar Djamil.
Ia didampingi Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Kemenag Sri Ilham Lubis, Wakil Ketua PPIH Arsyad Hidayat, Wakil Penanggung Jawab PPIH Arab Saudi Agus Sartono, dan Kabid Pemondokan PPIH Abduh Dhiyaur Rahman.
Keenam hotel transito adalah Safwa Hotel, Nabaris, Al Sultan 3, Rose Garden, Mutiara, dan Diwan Al Aseel. Hotel ini disewa untuk menampung jamaah haji yang akan pulang ke Tanah Air (Indonesia). Hotel transito ini disewa sejak 3 Oktober 2014 hingga awal November 2014.
Usai meninjau hotel terakhir yaitu Diwan Al Aseel, Djamil tampak puas. "Fasilitas yang disediakan bagus, kamar bersih, ber-AC, lingkungannya juga bagus. Pendek kata, cukup representatif untuk jamaah haji kita," ujarnya.
Kamar di hotel terakhir yang dikunjungi Dirjen ini berada di lantai enam. Kamar hotel berukuran besar. Memiliki ruang tamu dengan sofa besar letter L, dua kursi dan satu meja kaca kecil.
Ada dapur dilengkapi kulkas. Kamar besar ini mempunyai dua kamar tidur, satu kamar berkapasitas empat orang dan satunya tiga orang yang dilengkapi kamar mandi. Terdapat pula satu lagi kamar mandi terpisah.
Dirjen menyatakan bahwa fasilitas dan kondisi lima hotel lain juga sama, sangat bagus dan nyaman untuk jamaah haji Indonesia selama masa transit. Menurutnya, seluruh administrasi kontrak kerja sama untuk keenam hotel telah diselesaikan.




