Selasa 09 Jun 2015 10:19 WIB

PPIH: Petugas Harus Bisa Layani Jamaah Apapun Profesinya

Rep: Ratna Puspita/ Red: Agung Sasongko
Seorang petugas haji Indonesia sedang membantu menghitung uang milik jamaah yang tersesat di Sektor X wilayah Bakhutmah. Jamaah tersebut membawa uang yang terlalu banyak. Petugas meminta agar jamaah tak membawa uang terlalu banyak saat beribadah, karena ra
Foto: Republika/Heri Ruslan/ca
Seorang petugas haji Indonesia sedang membantu menghitung uang milik jamaah yang tersesat di Sektor X wilayah Bakhutmah. Jamaah tersebut membawa uang yang terlalu banyak. Petugas meminta agar jamaah tak membawa uang terlalu banyak saat beribadah, karena ra

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Khoirizi mengatakan, petugas harus mengutamakan memberikan pelayanan kepada jamaah dibandingkan keinginan khatam membaca Alquran di Masjidil Haram. Petugas juga harus punya pola pikir bahwa ibadah haji merupakan bonus.

"Ketika dia mengutamakan ibadah maka dia bisa meninggalkan tugas. Kita ingin petugas harus mengutamakan jamaah. Proaktif melayani jamaah," kata Khoirizi, Selasa (9/6).  Petugas juga tidak boleh mengabaikan jamaah hanya lantaran persoalan jamaah bukan kewenangannya. Semua petugas harus bisa melayani, apa pun profesinya.

Kalau bukan kewenangannya maka harus bisa cari solusi buat jamaah. "Mindset harus diubah. Bagi petugas, ibadah haji itu bonus saja," kata dia.

Kementerian Agama menyelenggarakan pembekalan petugas PPIH Arab Saudi Tahun 1436H/2015M pada 3-12 Juni 2015. Selasa hari ini, para petugas melakukan gladi posko.

"Gladi posko ini memang sangat kecil. Ini hanya pengenalan dan pengkondisian. Bagaimana memahami tugas-tugas kita. Kita harus siapkan diri untuk kepentingan jamaah," ujat Khoirizi.

Ketika sampai di tanah suci, Khoirizi juga mengingatkan Jangan sampai takabur sedikit saja. "Sebersit saja, jangan. Karena banyak yang sudah mengalami," kata dia.

Sebanyak 168 ribu calon jamaah haji asal Indonesia akan melaksanakan ibadah haji tahun ini di Arab Saudi. Mereka akan dilayani oleh 806 petugas, terdiri dari 500 petugas layanan umum dan 306 petugas kesehatan.

Kloter pertama gelombang pertama diberangkatkan pada 21 Agustus 2015 dan langsung mendarat di Bandara Amir Muhammad Madinah. Sedangkan gelombang kedua mulai berangkat pada 4 September 2015. Jamaah gelombang kedua akan mendarat di Bandara King Abdul Haji, Jeddah, dan langsung menuju ke Makkah tanpa transit.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement