Senin 13 Jul 2015 20:03 WIB

Menag: Kondisi Bus Shalawat Masih Baik

Rep: Ratna Puspita/ Red: Agung Sasongko
Menag meninjau fasiltas penginapan dan bus shalawat di Makkah, Arab Saudi, Senin (13/7).  Sumber: Humas Kementerian Agama
Foto: Humas Kemenag
Menag meninjau fasiltas penginapan dan bus shalawat di Makkah, Arab Saudi, Senin (13/7). Sumber: Humas Kementerian Agama

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin memastikan bus shalawat dalam kondisi cukup baik. Bus-bus yang akan melayani jamaah haji asal Indonesia tersebut berusia satu sampai enam tahun.

Lukman mengatakan, dia sudah menerima penjelasan dari ketua tim transportasi ndi Terminal Syib Amir yang berjarak 200 meter dari Masjid Haram. "Kondisi Bus Shalawat cukup baik, diproduksi tahun 2009-2014," kata dia, dalam siaran pers yang diterima ROL, Senin (13/7).

Menag menjelaskan bus shalawat akan melayani enam wilayah, yaitu: Jarwal, Syisha, Mahbas Jin, Aziziyah, Misfalah, dan Raudhah. Ini sesuai dengan wilayah konsentrasi jamaah haji asal Indonesia.

Tahun ini, jamaah haji Indonesia di Makkah akan terkonsentrasi pada enam wilayah. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang tersebar sampai di 12 wilayah. Pemusatan pemondokan Haji Indonesia 2015 pada enam wilayah di Makkah ini diharapkan akan memudahkan pengaturan mobilisasi jamaah dari pemondokan ke Masjidil Haram.

Selain mengecek pemondokan, Menag juga melakukan pengecekan kualitas bus shalawat yang akan menjadi sarana transportasi jamaah haji selama di Makkah dari pemondokan ke Masjidil Haram. Pengecekan dilakukan menag dengan  menaiki langsung bus Rawaheel yang akan beroperasi 24 jam melayani jamaah pergi-pulang dari pemondokannya ke Masjid Haram.

Menag bertolak ke Arab Saudi pada Sabtu (11/7) lalu untuk melakukan sejumlah pertemuan dengan pihak-pihak yang terkait dengan persiapan penyelenggaraan ibadah haji 1436H/2015M di Jeddah, Makkah, dan Madinah. Hari ini, Menag melakukan peninjauan langsung kesiapan pemondokan dan transportasi shalawat.

Sebelumnya, Menag melakukan pertemuan dengan Muassasah Asia Tenggara dan menyepakati peningkatan layanan untuk jamaah haji Indonesia selama di Arafah dan Mina. Dalam pertemuan dengan Muassasah Asia Tenggara, Menag didampingi oleh Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Abdul Djamil, Irjen Kemenag M. Jasin, Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Sri Ilham Lubis, dan jajaran Staf Teknik Urusan Haji (TUH) Indonesia yang berkedudukan di Jeddah, Arab Saudi.

n ratna puspita

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement