Rabu 19 Aug 2015 18:44 WIB

Embarkasi Padang Gelar Penyuluhan Bahaya MERS CoV

Rep: umi nur fadhilah/ Red: Damanhuri Zuhri
Jamaah haji mengenakan masker di Tanah Suci untuk mengantisipasi virus MERS.
Foto: AP Photo/Hasan Jamali/ca
Jamaah haji mengenakan masker di Tanah Suci untuk mengantisipasi virus MERS.

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Embarkasi Padang, Sumatra Barat meminta calon jamaah haji asal daerah tersebut untuk berhati-hati saat melaksanakan ibadah haji di Tanah Suci. Hal tersebut menyusul bertambahnya jumlah penderita Middle East respiratory syndrome coronavirus (MERS CoV) di Arab Saudi.

"Dalam antisipasi MERS, di embarkasi dilakukan penyuluhan tentang MERS," kata Kepala KKP Embarkasi Padang Dokter Aryanti di Embarkasi Padang, Rabu (19/8).

Ia menjelaskan, penyuluhan akan dilakukan dengan promosi kesehatan, seperti memasang banner, membagikan leaflet, memutarkan video bagaimana mencegah penularan MERS CoV.

Aryanti mengatakan, Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) yang berjumlah 50 orang telah dibekali untuk mengawasi calhaj di masing-masing kloter. Seandainya terdapat riwayat atau kontak dengan penderita MERS di Arab Saudi, TKHI akan berkoordinasi dengan penderita yang berada di Arab Saudi atau di Tanah Air.

"Total tim pelayanan kesehatan Embarkasi Padang ada 50 orang, ada dokter, petugas medis dari M Djamil, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumbar, Dinkes Padang, Dinkes Pariaman, KKP," tutur dia.

Ia mengatakan, tim tersebut tidak hanya mengawasi kesehatan para calon jamaah haji asal Sumatera Barat. Tim pelayanan kesehatan ini juga akan melakukan pemantauan di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) untuk memantau kesehatan calhaj yang berasal dari sejumlah daerah seperti Solo, Balikpapan, Mataram, Banjarmasin yang transit di BIM.

"Total ada 108 kloter yang lewat BIM. Transit di BIM kalau ada yang sakit atau masalah, kita yang merujuk ke RS," imbuhnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement