Jumat 04 Sep 2015 14:22 WIB

Awas! Ada Copet di Masjidil Haram

Rep: Ratna Puspita/ Red: Indah Wulandari
Masjidil Haram
Foto: Antara/Prasetyo Utomo
Masjidil Haram

REPUBLIKA.CO.ID,MAKKAH -- Jamaah haji asal Indonesia harus mewaspadai aksi pencopetan ketika beribadah di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi. Tim Perlindungan Jamaah Daerah Kerja (Daker) Makkah mengingatkan jamaah untuk tidak membawa banyak uang ketika ke Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi.

Anggota Tim Perlindungan Jamaah Daker Makkah Letda CKM dr Dhikrulloh Anwar mengatakan jamaah sebaiknya membawa uang secukupnya untuk keperluan seperti makan. "Sisanya simpan saja di dalam pemondokan," kata dia, di Sektor Khusus, Misfalah, Makkah, Kamis (3/9) malam.

Menurut Anwar, jamaah dapat membeli oleh-oleh setelah rangkaian ibadah haji selesai. "Imbauan ini biasanya kami sampaikan juga ketika bertemu jamaah di Masjidil Haram. Responnya baik," kata dia.

Anggota Tim Perlindungan Jamaah Daker Makkah AKP Uning Haryani mengatakan biasanya pelaku sudah mengetahui kebiasaan jamaah asal Indonesia menyimpan uang. "Bahkan mereka tahu kalau jamaah kita pakai kaos dalam berkantung dan menyimpan uang di dalamnya," kata dia.

Hingga Kamis (3/9) kemarin, Sektor Khusus menerima satu laporan kecopetan yang dialami oleh jamaah asal Cilacap, Jawa Tengah. Ketika itu, jamaah sedang kebingungan karena kehilangan sandal.

Lalu, ada seseorang berwajah Indonesia memberikan sandal. "Karena bapaknya konsentrasi dengan sandal lalu uangnya diambil. Dia kecopetan. Jadi, jamaah harus selalu hati-hati," kata Uning.

Uning menyebutkan, sejak Senin (31/8) hingga Kamis (3/9) kemarin, ‎permasalahan yang kerap dialami jamaah ketika di Masjidil Haram, yaitu bingung menemukan arah ke pemondokan. "Tersesatnya masih terjangkau di areal Masjidil Haram," kata dia.

Dia juga menyebutkan ada 35 laporan selama empat hari. "Laporannya macam-macam, seperti kehilangan gelang," Uning.

Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 1436M/2015H membentuk Sektor Khusus untuk memberikan perlindungan kepada jamaah selama beribadah di Masjidil Haram. Sektor Khusus bermarkas di Misfalah, sekitar 500 meter dari Masjidil Haram.

Sektor Khusus juga membentuk lima pos penjagaan di Masjidil Haram. Pos penjagaan terletak ‎Terminal Syib Amir, Bab Al Marwah atau pintu masuk Masjidil Haram melalui bukit Marwah, Bab Malik Abdullah atau pintu masuk melalui King Abdullah, dan Abraj Al Bait atau Menara Jam atau Menara Zam Zam.

Terakhir, Sektor Khusus melakukan penjagaan di sekitar mataf atau area tawaf.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement