Senin 14 Sep 2015 08:48 WIB

Perlu Rekam Medis Jamaah yang Terintegrasi

Jamaah haji sakit dirawat di BPHI
Foto: Siwi/Republika
Jamaah haji sakit dirawat di BPHI

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Ratna Puspita dari Tanah Suci

MAKKAH -- Menteri Agama bersama rombongan amirul haj sempat mendatangi Klinik Sektor 8. Jamaah yang sedang dirawat mengalami masalah pernapasan. Tenaga medis Sektor 8, dr Fersia, menyatakan jamaah haji usia lanjut seharusnya berangkat ke Tanah Suci dengan didampingi keluarga.

Sekarang ini, tidak semua jamaah usia lanjut didampingi keluarganya. "Itu menjadi masalah tersendiri. Kendati mendaftarnya di waktu yang berbeda, jamaah usia lanjut dan keluarganya wajib disatukan," ujar Fersia.

Fersia juga mengungkapkan permasalahan penanganan jamaah haji, yaitu tidak adanya informasi mengenai rekam medik jamaah. Dia pun menyarankan agar sistem buku kesehatan jamaah haji (BKJH) dapat diterapkan secara online.

 

"Sekarang ini kita enggak online. Hasil laboratorium memang ada, tapi rontgen tidak ada sehingga kami tidak tahu gambaran kondisi pasien seperti apa? Kami dapat membaca lebih jelas," kata Fersia.

Lukman langsung menyatakan masukan itu sebagai ide yang menarik. Rekam medis yang terintegrasi akan membantu petugas medis menangani pasien. "Saya kira rekam medis yang terintegrasi merupakan masukan yang sangat bagus," kata dia.

Seorang jamaah mengeluhkan kesulitan mendapatkan obat dan minimnya informasi klinik. Dia berharap pemerintah menyediakan tenaga medis di setiap lantai. Dia pun berharap ketua kloter, ketua rombongan, dan ketua regu aktif menginformasikan layanan kesehatan kepada jamaah.

Kepada jamaah, Lukman menyatakan ada dokter dan tenaga medis yang mendampingi di setiap kloter. Pemerintah juga menyiapkan klinik satelit kloter dan klinik sektor untuk memberikan layanan kesehatan kepada jamaah.

Kepada jamaah, Lukman pun menyatakan semua pihak harus proaktif untuk perbaikan layanan. "Dokter dan tenaga medis harus proaktif mengecek kondisi jamaah, anggota jamaah juga diminta proaktif mencari informasi," kata dia.

Usai kunjungan, Lukman juga mengingatkan tim kesehatan agar lebih proaktif memantau kondisi jamaah. Apalagi, sekarang ini sudah ada klinik sektor dan klinik satelit sehingga jamaah haji dapat lebih cepat tertangani.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement