Senin 14 Sep 2015 13:42 WIB
Musibah Crane Jatuh

Din Syamsudin Pernah Membatin Soal Keamanan Crane di Musim Haji

Rep: Dyah Ratna Meta Novia/ Red: Ilham
Deretan crane di kawasan Masjidil Haram.    (Reuters/Amr Abdallah Dalsh)
Foto: REUTERS/Amr Abdallah Dalsh
Deretan crane di kawasan Masjidil Haram. (Reuters/Amr Abdallah Dalsh)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Din Syamsuddin mengatakan, dua tahun lalu ia pernah ke Saudi Arabia. Din sempat merasa rancu dengan keberadaan alat berat crane di sekitar tempat haji tersebut.

"Saat itu crane-crane itu sudah ada. Saya membatin dalam hati saya, seharusnya crane-crane ini diamankan pada musim haji," katanya, Senin, (14/9).

Hingga akhirnya terjadi musibah crane pada Jumat pekan lalu. Crane jatuh menimpa ratusan jamaah haji di Masjidil Haram akibat diterpa angin yang sangat kencang.

"Namanya juga musibah, kita tak pernah menduga bisa terjadi. Maka harus diterima sebagai musibah dengan ikhlas," katanya.

Menurut Din, pembangunan masjid harus tetap dilanjutkan. Namun, ia berpesan agar crane yang berada di sana diamankan agar kejadian serupa tak terulang. "Ini perlu dilakukan untuk menghindari terjadi hal-hal yang tak diinginkan," ujar Din.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement