Kamis 22 Oct 2015 16:23 WIB

Kabut Asap Ganggu Pemulangan Jamaah Debarkasi Batam

Rep: Antara/ Red: Andi Nur Aminah
 Petugas kesehatan memeriksa suhu tubuh seorang haji dengan alat pengukur saat kedatangan jamaah haji di Asrama Haji Provinsi Bengkulu, Kamis (8/10).
Foto: Antara/David Muharmansyah
Petugas kesehatan memeriksa suhu tubuh seorang haji dengan alat pengukur saat kedatangan jamaah haji di Asrama Haji Provinsi Bengkulu, Kamis (8/10).

REPUBLIKA.CO.ID, BATAM -- Kabut asap di udara sebagian Pulau Sumatra mengganggu pemulangan jamaah haji kelompok terbang (kloter) 20 Debarkasi Batam ke daerah asal di Provinsi Jambi dan Riau. "Jamaah haji asal Jambi dialihkan ke Palembang, dan asal Pekanbaru, Siak, Indragiri Hilirl dan Kampar pulang menggunakan kapal laut," kata Sekretaris Panitia Pelaksana Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Batam Mazdjad di Batam, Kamis (22/10).

Sebanyak 331 orang jamaah haji Kloter 20 asal Jambi yang semestinya diterbangkan langsung ke Bandara Sultan Thaha Saifuddin di Kota Jambi terpaksa singgah dulu di Bandara Sultan Mahmud Baddarudin II di Palembang. "Pesawat akan berangkat pukul 18.00 WIB hari ini, karena jamaah tidak menginap di Batam," kata Mazdjad.

Setelah tiba di Palembang, jamaah akan menempuh perjalanan darat ke Kota Jambi selama enam jam. Sedangkan 38 orang jamaah haji kloter 20 asal Riau terpaksa menggunakan jalur laut, karena Bandara Sultan Syarif Kasim II tidak dapat melayani penerbangan dari dan ke Pekanbaru.

Mazdjad mengatakan pemulangan 38 orang jamaah Riau itu menggunakan kapal reguler, bukan sewaan seperti biasa, karena jumlah penumpangnya sedikit.

Dia menjelaskan jamaah Riau dipulangkan Jumat (23/10) pagi menggunakan kapal ke Pelabuhan Buton pukul 07.00 WIB.

Jamaah Riau sendiri terdiri dari 28 orang warga Pekanbaru, empat orang Kampar, empat orang Indragiri Hilir dan dua orang Siak.

Sementara itu, pada musim haji 2015, Debarkasi Batam memberangkatkan 8.901 orang calhaj yang terdiri dari 795 orang asal Kepri (kloter 1 dan 15), 4.026 calhaj Riau (kloter 2-10 dan kloter 20), 1.872 calhaj Kalimantan Barat (kloter 11-15) dan 2.108 calhaj Jambi (kloter 16-20).

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement