Kamis 08 Sep 2016 14:43 WIB

Waspadai Demensia pada Lansia

Jamaah haji lansia (ilustrasi). Foto: Antara/M Risyal Hidayat
Jamaah haji lansia (ilustrasi). Foto: Antara/M Risyal Hidayat

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Jamaah calon haji lansia masih menjadi prioritas dalam penyelenggaraan ibadah haji beberapa tahun terakhir. Hal serupa pun terjadi pada musim haji kali ini. Jamaah calon haji tahun ini masih didominasi oleh calon haji lansia.

Lantaran itulah aspek kesehatan menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan haji tahun ini. Beragam penyakit dan gangguan kesehatan lain yang mungkin dialami oleh para jamaah lansia pun turut diantisipasi. Satu di antaranya adalah demensia.

Demensia merupakan istilah yang digunakan untuk menjelaskan penurunan fungsional yang sering kali disebabkan kelainan yang terjadi pada otak yang ditandai dengan gejala-gejala yang mengakibatkan perubahan cara berpikir dan berinteraksi dengan orang lain. Sering kali, demensia memengaruhi memori jangka pendek, pikiran, kemampuan berbicara, dan kemampuan motorik.

Menurut dr Ika Nurfarida yang bertanggung jawab pada penanganan gangguan jiwa Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah, demensia dapat juga muncul karena dehidrasi parah. "Dehidrasi dapat memicu disorientasi waktu dan ruang. Oleh karena itu, penanganan pertama kami adalah memberi minum pasien dan menurunkan suhu tubuh," katanya.

Peningkatan suhu tubuh, menurut dia, juga dapat memicu peningkatan tekanan darah pada jamaah lanjut usia. Menurut dia, jamaah demensia biasanya telah memiliki faktor gejala di Tanah Air, tapi kemudian muncul atau diperparah karena faktor stres dan kelelahan.

Untuk para jamaah haji yang menjadi pendamping jamaah lansia diimbau untuk turut membantu memperhatikan asupan gizi dan konsumsi air jamaah lansia. Bila hal ini terus diantisipasi, diharapkan gangguan demensia dapat diminimalisasi.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement