Selasa 27 Sep 2016 05:13 WIB

Jamaah Haji Indonesia Kembali ke Tanah Air, Bus Salawat pun Dikurangi

Bus Shalawat
Foto: Republika/Ratna Puspita
Bus Shalawat

REPUBLIKA.CO.ID, MAKKAH -- Keberadaan bus salawat di Makkah mulai dikurangi seiring dengan makin berkurangnya jamaah haji Indonesia di kota suci tersebut. Pada 24 September, bus salawat yang digunakan kini hanya 172 unit dari sebelumnya 294 unit bus.

"Perbandingannya 1 banding 450. Jadi 450 jamaah pergi, maka 1 bus salawat ditarik," kata Kasi Transportasi Daker Makkah, Rudi Irawan Suprawan kepada Didi Purwadi, wartawan Republika yang saat ini masih berada di Tanah Suci, Senin (26/9).

Pada 16 September lalu, masih ada 294 unit bus salawat yang dikerahkan untuk melayani jamaah haji Indonesia dari pemondokan ke Masjidil Haram atau sebaliknya. Tapi, selang sembilan hari kemudian, jumlahnya dikurangi jadi 172 unit.

Perusahaan bus Saptco yang mengerahkan busnya untuk operasional bus salawat, telah mengurangi jumlah armadanya sejak 16 September. Saptco mengurangi armadanya dari 150 bus menjadi kini tinggal 95 bus.

Saptco melayani lima rute yakni Aziziah Janubiah-Mahbas Jin, Aziziah Syimaliyah1-Mahbas Jin, Aziziah Syimaliyah2-Mahbas Jin, Mahbas Jin - Bab Ali dan Syisyah/Raudhah-Syib Amir.

Di rute Mahbas Jin-Bab Ali, Saptco banyak mengurangi bus salawatnya sebanyak 20 unit dari sebelumnya 58 bus. Di rute ini, jumlah jamaah haji sudah mulai berkurang dari 70.031 orang pada tanggal 16 September menjadi 44.693 jamaah pada 24 september. "Jumlah bus salawat terus berkurang seiring semakin berkurangnya jumlah jamaah haji Indonesia di Makkah," kata Rudi.

Perusahaan bus Rwaheel secara bertahap juga mulai mengurangi jumlah armada bus salawatnya. Jumlahnya kini tinggal 77 unit dari sebelumnya sebanyaj 144 bus. Rwaheel melayani lima rute yakni Syisyah1-Syieb Amir, Syisyah2-Syieb Amir, Raudhah-Syieb Amir, Biban/Jarwal-Rie Baksh Ajiad dan Nakkasah/Misfalah-Rie Baksh Ajiad.

Di rute Nakkasah/Misfalah-Rie Baksh Ajiad, Rwaheel banyak mengurangi jumlah armada bus salawatnya. Jumlahnya berkurang dari 32 unit menjadi 13 bus pada 24 September. Di rute ini pun jumlah jamaah Indonesia telah berkurang dari 14.191 jamaah jadi 7.145 orang. "Bus salawat akan berhenti beroperasi pada 5 Oktober," katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement