Selasa 29 Nov 2016 13:27 WIB

Daftar Tunggu Haji di Kota Bandung Capai 17 Tahun

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Agus Yulianto
Calon jamaah haji dari kelompok terbang 1 Kota Bandung atau kloter 3 Jabar berjalan menuju bus saat pelepasan menuju Asrama Haji Bekasi, pada musim haji kemarin.
Foto: Mahmud Muhyidin
Calon jamaah haji dari kelompok terbang 1 Kota Bandung atau kloter 3 Jabar berjalan menuju bus saat pelepasan menuju Asrama Haji Bekasi, pada musim haji kemarin.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Masyarakat Kota Bandung yang ingin menunaikan ibadah haji, harus menunggu lama. Pasalnya, daftar tunggu haji di kota dengan julukan 'Parisj van Java' ini sudah mencapai 17 tahun.

"Itu artinya, umat Muslim Kota Bandung yang ingin menunaikan ibadah haji harus menunggu hingga 17 tahun sejak mendaftar menjadi calon jamaah haji," ujar Kepala Kemenag Kota Bandung Yusuf Umar, Senin petang (28/11) .‬

Menurut Yusuf, lamanya daftar runggu haji di Kota Bandung karena jumlah pendaftar haji yang terus bertambah setiap tahunnya. Hingga saat ini saja, dari catatan Kemenag Kota Bandung, ada 25 ribu pendaftar calon jamaah haji.‬

‪"Setiap tahun rata-rata kurang lebih 3.000 pendaftar. Jadi masa waiting list-nya sekitar 17 tahun," kata Yusuf

‪Padahal, kuota jamaah haji Kota Bandung dari pemerintah pusat  hanya sekitar 1.700 setiap tahun. Di sisi lain jumlah pendaftar calon jamaah haji  setiap tahun selalu bertambah.‬ Setiap tahun, ada backlog. Jadi, bisa saja kalau pendaftarnya lebih banyak daftar tunggu, maka jadi bisa 18 tahun. "Karena kita tidak bisa membatasi siapa yang mau ibadah, ya kita terima," katanya.‬

‪Yusuf mengatakan, tingginya animo masyarakat Bandung untuk menunaikan ibadah haji mulai terjadi sejak 10 tahun terakhir. Jumlah pendaftar setiap tahunnya selalu melebihi kuota.‬

‪"Animo masyarakat Bandung untuk berangkat haji tinggi, seiring dengan peningkatan penghasilan dan kesejahteraan masyarakat kota yang semakin membaik," katanya.‬

‪Untuk mengurangi daftar tungu haji yang terlalu lama, Yusuf mengaku, telah meminta tambahan kuota jamaah haji Kota Bandung kepada pusat.‬ Karena, kalau ada penambahan kuota dari pemerintah Arab Saudi dari kerajaan, maka daftar tunggu Kota Bandung bisa 15 tahunan. "Jadi kalau ada kenaikan kuota dari pusat, baru daerah juga akan naik," katanya.‬

‪Namun, kata dia, untuk jamaah haji manula, ada pengecualian. Jamaah haji di atas 75 tahun, tak perlu menunggu hingga 17 tahun, tetapi 2 tahun langsung berangkat.‬ ‪ Di atas 75 tahun itu, 2 tahun Insya Allah sudah bisa berangkat. Nanti keluarganya boleh jadi pendamping," katanya.‬

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil memotivasi warga Kota Bandung untuk segera mendaftar menjadi calon jamaah haji sejak sekarang. Mengingat, antrian keberangkatan jamaah sudah semakin panjang, 17 tahun ke depan.

“Kepada warga Bandung cepat-cepatlah mendaftar. Jadi kita motivasi warga Bandung sudah harus menyiapkan rencana berhaji minimal 17 tahun sebelum takdir itu hadir,” kata Ridwan.

‪‬

Hingga saat ini, jumlah pendaftar keberangkatan haji asal Kota Bandung sudah mencapai 25.729 orang. Tahun 2016 saja, jumlah pendaftar tercatat sebanyak 3,805 orang. Sementara itu, di Jawa Barat angka pendaftar mencapai 466.234 orang dengan lama antrian minimal 15 tahun.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement