Jumat 13 Jan 2017 08:03 WIB

‎Ini Tantangan Penyelenggaraan Haji Pascapenambahan Kuota

Rep: Qommarria Rostanti/ Red: Agus Yulianto
Sejumlah jamaah haji tengah memanjatkan doa dan zikir saat wukuf di Arafah, pada musim haji lalu. (Republika/ Amin Madani)
Foto: Republika/ Amin Madani
Sejumlah jamaah haji tengah memanjatkan doa dan zikir saat wukuf di Arafah, pada musim haji lalu. (Republika/ Amin Madani)

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Penambahan kuota jamaah pada musim 2017, diprediksi akan mendatangkan sejumlah tantangan bagi penyelenggaraan ibadah haji. Hal ini seiring pertambahan jumlah jamaah dari seluruh dunia yang mencapai lebih dari 2 juta jamaah.

Untuk itu, Komisi Pengawas Haji Indonesia (KPHI) memandang pemerintah perlu menyiapkan upaya antisipasi sejak awal terhadap berbagai masalah kritik. Ketua KPHI Samidin Nashir mengatakan, ada beberapa tantangan kritikal yang perlu pembenahan ekstra. Tantangan itu di antaranya:

1. Penanganan disparitas distribusi kuota antardaerah yang terlalu lebar.

2. Proporsionalitas subsidi dari dana optimalisasi haji dalam penentuan BPIH.

3. Kecermatan dalam penyiapan dokumen calhaj diintegrasikan dengan sistem e-hajj.

4. Penerapan ketentuan isthitha’ah kesehatan bagi calhaj sejak dari daerah hingga embarkasi.

5. Pelaksanaan bimbingan manasik di Tanah Air yang berorientasi pada kemandirian jamaah.

6. Daya tampung beberapa asrama haji embarkasi (seperti Padang dan Surabaya) yang masih kurang.

7. Rekrutmen calon petugas yang sesuai dengan profil jamaah dan dilaksanakan secara profesional, terbuka, sinergis, dan berkeadilan.

8. Penyiapan akomodasi di Arab Saudi yang terkonsentrasi dan sinergis dengan pelayanan konsumsi dan transportasi bus serta pelayanan kesehatan.

9. Sistem penempatan jamaah di pemondokan yang terencana dan terintegrasi antara data Siskohat, manifes, dan kondisi pemondokan.

10. Pemenuhan kecukupan dan kelayakan pelayanan transportasi dan konsumsi selama di Arab Saudi.

11. Penambahan space perkemahan di Arafah dan Mina yang didukung fasilitas toilet dan fasilitas tenda yang memadai.

12, Pembimbingan ibadah di Tanah Suci yang bersifat massal oleh pembimbing yang kompeten dan amanah.

13.  Penguatan pos-pos pemanduan dan pengamanan jamaah di titik-titik rawan di tanah suci terutama sekitar Masjid al-Haram, Masjid Nabawi, dan Arafah Mina.

14. Penyiapan fasilitas kesehatan di Arab Saudi yang didukung kecukupan tenaga medis yang sesuai dengan riwayat kesehatan jamaah.

15. Penyelenggaraan ibadah haji khusus oleh travel berizin yang terawasi dengan baik dan pengendalian jamaah haji nonkuota.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement