Rabu 01 Feb 2017 23:10 WIB

Segenggam Kerikil dan Ketenangan Rasulullah di Perang Hunain

Rep: Heri Ruslan/ Red: Agung Sasongko
Rasulullah
Foto: wikipedia
Rasulullah

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Menghadapi perang Hunain,  Pasukan tentara Muslim sempat mundur dan kocar-kacir ketika pasukan tentara musuh yang dalam jumlah lebih besar telah mengepung di Lembah Hunain.

"Al-Waqidi menyebut jumlah pasukan Hawazin mencapai 20 ribu prajurit,"ujar Dr Akram Dhiya Al-Umuri dalam Shahih Sirah Nabawiyah.

Bahkan, dalam kitab Fathu Bari, Al Hafizh Ibnu Hajar menyebutkan jumlah pasukan Hawazin dua kali lipat dari pasukan tentara Muslim. Rasulullah SAW sudah mengetahui jumlah tentara musuh lebih banyak berdasarkan laporan seorang sahabat yang menjadi mata-mata.

Namun, seperti dipaparkan Dr Akram, Rasulullah SAW dengan penuh keyakinan akan mendapat pertolongan dari Allah SWT. Beliau lalu bersabda, Itu semua (kekuatan musuh yang besarRed) akan menjadi ganimah (harta rampasan perang) bagi kaum Muslim besok, insya Allah.

Pasukan Hawazin, menurut Dr Akram, telah lebih dulu sampai ke Lembah Hunain. Mereka memilih posisi-posisi yang lebih strategis untuk melumpuhkan pasukan kaum Muslim. Begitu kaum Muslim sampai di Hunain, anak-anak panah tentara kafir mengagetkan tentara Islam.

Awalnya, kaum Muslim mampu memukul mundur pasukan Hawazin dan Tsaqif. Bahkan, mereka sempat meninggalkan ganimah yang bisa diambil tentara Muslim. Pasukan perang Islam sempat mengira pasukan kafir kalah total. Akan tetapi, secara tiba-tiba Hawazin menyerang dan menghujani tentara Muslim dengan anak panah dari berbagai penjuru, papar Dr Akram.

Serangan yang tiba-tiba itu membuat pasukan kaum Muslim sempat kelimpungan, bahkan tak sedikit yang mundur. Melihat pasukannya mundur, Rasulullah SAW segera membangkitkan semangat perjuangan kaum Muslim. Aku adalah seorang nabi, bukanlah dusta. Aku cucu Abdul Muthalib, teriak Rasulullah.

Ada sahabat yang kembali siap bertempur, dan tak sedikit pula yang lari dari medan perang. Sebanyak 10 hingga 12 sahabat mengelilingi Rasulullah sebagai tanda mendukung perjuangan. Paman Rasulullah SAW, al-Abbas, lalu menyeru kepada tentara kaum Muslim untuk kembali memperkuat pasukan.

Hanya sekitar 80 hingga 100 tentara kaum Muslim yang kembali dalam barisan. Rasulullah SAW dengan penuh keyakinan akan mendapat pertolongan Allah SWT bergerak menyambut tentara musuh yang menyerang. Beliau berdoa, Sesungguhnya jika Engkau menghendaki, Engkau tak disembah lagi setelah hari ini. (Al-Musnad Ahmad, 3: 121).

Melihat keberanian dan keteguhan Nabi SAW, Abbas pun kembali memanggil pasukan kaum Muslim untuk kembali bertempur. Seruan itu membuat pasukan kaum Muslim kembali ke medan perang. Perang Hunain pun kembali berkecamuk. Inilah saatnya peperangan berkobar, sabda Nabi SAW (Shahih Muslim).

Rasulullah SAW lalu memungut segenggam kerikil dan melontarkannya pada wajah-wajah orang-orang kafir sembari bersabda, Hancurlah wajah-wajah (orang kafir). Mereka kalah demi Rabb Muhammad. (Shahih Muslim). Kembalinya semangat dan keteguhan pasukan tentara Muslim untuk kembali bertempur dalam Perang Hunain itu terekam dalam surah at-Taubah (9) ayat 26.

Kemudian Allah menurunkan ketenangan kepada Rasul-Nya dan kepada orang-orang yang beriman. Allah menurunkan bala tentara yang kamu tak melihatnya. Dan Allah menimpakan bencana kepada orang-orang yang kafir. Pasukan kaum Muslim pun mampu menaklukkan tentara Hawazin dan Tsaqif yang jumlahnya dua kali lipat. N

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement